Penerima Makan Bergizi Gratis Tembus 61,9 Juta Orang, Capai 74,8 Persen dari Total Target
Berdasarkan data per 12 Mei 2026, jumlah penerima MBG mencapai 61.991.412. Jumlah tersebut setara dengan 74,8?ri total target penerima.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan bahwa jumlah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah setiap harinya.
- Berdasarkan data per 12 Mei 2026, jumlah penerima MBG mencapai 61.991.412. Jumlah tersebut setara dengan 74,8 persen dari total target penerima.
- Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebanyak 28.390.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan bahwa jumlah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah setiap harinya.
Berdasarkan data per 12 Mei 2026, jumlah penerima MBG mencapai 61.991.412. Jumlah tersebut setara dengan 74,8 persen dari total target penerima.
Baca juga: KPK Kawal Ketat Program MBG Setelah ICW Laporkan Dugaan Mark Up di BGN
“Berdasarkan data BGN per 12 Mei 2026. Jumlah penerima manfaat yang terdata mencapai 61.991.412 orang atau 74,8 persen dari total target 82,9 juta penerima,” kata Qodari dalam Konferensi Pers Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Sementara itu kata Qodari Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebanyak 28.390.
Pendiri lembaga survei Indobarometer itu mengatakan lebih dari setengah jumlah SPPG telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Sertifikat tersebut merupakan bukti tertulis resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan atau dinas terkait (DPMPTSP/KKP) yang menyatakan bahwa suatu tempat pengelolaan makanan telah memenuhi standar keamanan, kebersihan, dan kesehatan.
“15.795 SPPG atau 55,42% di antaranya telah memiliki sertifikat SLHS,” katanya.
Baca juga: Rencanakan Audit Nasional Dapur MBG, Dudung Minta SPPG Jangan Cuma Cari Untung
Qodari mengatakan program MBG adalah program prioritas nasional yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat dan dijalankan dalam skala besar.
Oleh karenanya penguatan tata kelola terus dilakukan agar program berjalan aman, konsisten, tepat tasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Penguatan dilakukan dari hulu ke hilir. Mulai dari perencanaan dan standar menu, seleksi dan pengawasan mitra SPPG, SOP higenitas dan distribusi, mekanisme pelaporan dan penanganan insiden, hingga transparansi serta akuntabilitas pengawasan agar manfaat program benar-benar sampai ke penerima secara aman, layak, dan konsisten,” katanya.