Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo Murka Bunga Bank Rakyat Miskin Lebih Tinggi dari Pengusaha, CEO Danantara Langsung Berdiri

Prabowo menginstruksikan agar suku bunga untuk kredit mikro keluarga prasejahtera segera dipangkas secara signifikan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Prabowo Murka Bunga Bank Rakyat Miskin Lebih Tinggi dari Pengusaha, CEO Danantara Langsung Berdiri
Tribunnews.com/YouTube Sekretariat Presiden
SAMPAIKAN PIDATO - Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan uang hasil denda administratif dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) senilai Rp10,27 triliun pada Rabu (13/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Prabowo Subianto menyoroti tingginya bunga kredit Program PNM Mekaar yang mencapai 24 persen bagi keluarga prasejahtera, sementara pengusaha besar hanya dikenai sekitar 9 persen.
  • Dalam acara di Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Prabowo menyebut kondisi itu tidak adil dan memerintahkan bunga kredit mikro diturunkan di bawah 9 persen.
  • Ia langsung meminta kesiapan Rosan Roeslani yang menyatakan siap menurunkan bunga hingga 8 persen.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto murka usai menemukan adanya rakyat miskin yang terkena bunga bank lebih tinggi dibandingkan pengusaha besar.

Bagi Eks Danjen Kopassus itu, hal ini merupakan ketimpangan yang tidak adil.

Protes tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).

Presiden Prabowo menyoroti Program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar yang menyasar keluarga prasejahtera namun justru mengenakan bunga hingga 24 persen. 

Prabowo menilai kondisi ini sangat tidak adil karena pengusaha besar justru mendapatkan suku bunga yang jauh lebih rendah dari perbankan yaitu sebesar 9 persen.

“Bayangkan orang kaya dikasih 9 persen orang miskin 24 persen. Ini negara Pancasila apa negara saya nggak paham ya,” ujar Presiden Prabowo Subianto.

Rekomendasi Untuk Anda

Berdasarkan temuan tersebut, Presiden Prabowo langsung memanggil jajaran menteri ekonomi dan pimpinan badan terkait untuk mengambil langkah darurat.

Prabowo menginstruksikan agar suku bunga untuk kredit mikro keluarga prasejahtera segera dipangkas secara signifikan.

“Saya instruksikan ini keputusan politik saya sudah ambil bahwa bunga untuk Permodalan Nasional Madani untuk kredit keluarga prasejahtera dari 24 persen kita turunkan harus di bawah 10 persen, harus di bawah sembilan persen,” tegasnya.

Presiden sempat menunjuk CEO Danantara Rosan Roeslani secara langsung untuk memastikan kesiapan penurunan bunga tersebut.

Momen Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa setibanya di lapangan Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
Momen Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa setibanya di lapangan Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026). (Tribunnews.com/Igman Ibrahim)

 Targetnya bunga kredit super mikro yang sebelumnya mencekik rakyat kecil harus ditekan hingga ke level delapan persen.

“Kita turunkan harus di bawah 10 persen, harus di bawah 9 persen. Harus di bawah 9 persen. Danantara bisa? Bisa? Tidak?” tanya Prabowo ke Rosan.

“Siap bisa pak,” jawab Rosan sembari berdiri.

“Berapa persen? Berapa?” tanya Prabowo lagi.

“Siap 8 persen pak,” jawab lagi Rosan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas