Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kesaksian Penonton LCC Empat Pilar Kalbar: Tak Ada yang Dukung Protes dari SMAN 1 Pontianak

Penonton menyebut tidak ada dari pihak lain yang mendukung protes dari SMAN 1 Pontianak. Juri pun tidak menggubris ketika ada protes lain.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Alumni menyebut tidak ada dukungan dari pihak lain ketika peserta dari SMAN 1 Pontianak mengajukan protes kepada juri saat LCC Empat Pilar MPR.
  • Selain itu, ketika dirinya mengajukan protes, juri juga tidak menggubrisnya. Lalu, ketika pihak sekolah yang memprotes, juri menyatakan bahwa keputusan bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  • Alumni yang juga menonton langsung perlombaan tersebut turut menyayangkan sikap dari peserta lain yang dianggapnya tidak sportif.

TRIBUNNEWS.COM - Penonton Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) menyampaikan kesaksiannya terkait jawaban dari peserta asal SMAN 1 Pontianak yang disalahkan oleh juri meski sebenarnya benar.

Miranda, penonton sekaligus alumni SMAN 1 Pontianak, mengungkapkan juri memang melakukan kesalahan ketika memutuskan bahwa jawaban yang disampaikan oleh peserta asal SMAN 1 Pontianak adalah salah.

Dia menyebut ketika peserta mengajukan protes, juri justru menyatakan bahwa jawaban dari peserta SMAN 1 Pontianak tidak sesuai.

Padahal, jawaban yang disampaikan oleh peserta lain yakni dari SMAN 1 Sambas mirip dengan jawaban dari SMAN 1 Pontianak.

"Peserta SMA Negeri 1 Pontianak atau yang kita tahu (regu) C2 sudah mengajukan protes ke pihak juri. Namun respons yang mereka dapatkan, itu malah mengatakan mereka tidak ada mengatakan jawaban yang harusnya ada," katanya dikutip dari YouTube Tribun Pontianak, Kamis (13/5/2026).

Baca juga: MPR RI Putuskan Gelar Ulang Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR di Kalbar

Lalu, Miranda mengungkapkan ketika peserta meminta pendapat dari penonton, tidak ada yang merespons atau memberikan dukungan terkait protes yang diajukan oleh peserta SMAN 1 Pontianak.

Rekomendasi Untuk Anda

Bahkan, menurutnya, hal serupa juga dilakukan oleh peserta dari sekolah lain.

"Bisa dilihat cuplikan (video) YouTube bahwa peserta lain terutama peserta yang berada di podium mengatakan tidak dan menunjukkan gestur (peserta) SMAN 1 Pontianak tidak menjawab jawaban yang seharusnya dijawab," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, alumni lain yang juga menonton kompetisi tersebut, Karisma menduga  pengakuan dari peserta lain bahwa peserta asal SMAN 1 Pontianak tidak menjawab jawaban serupa menjadi alasan juri untuk mengambil keputusan.

Menurutnya, juri berpikiran bahwa pengakuan dari peserta lain itu menjadi alasan kuat untuk memutuskan jawaban dari peserta SMAN 1 Pontianak adalah salah.

"Ketika disorot (kamera) ke peserta itu (regu lain), peserta lain yang di samping-sampingnya mengatakan kepada juri 'tidak ada' (kesamaan jawaban dengan peserta dari SMAN 1 Sambas)."

"Makalah pada akhirnya, dewan juri menutup penilaian karena merasa bahwa 'oh ternyata ada yang mem-backup penilaian ini. Makannya terjadilah penilaian semacam itu yang akhirnya merugikan almamater," tuturnya.

Baca juga: Ketua Komisi II DPR Temui Tim SMAN 1 Pontianak, Ungkap Kejanggalan LCC 4 Pilar MPR

Alumni Sudah Ajukan Protes tapi Tak Digubris Juri

Miranda menuturkan ketika peserta dari SMAN 1 Pontianak meminta pendapat dari penonton, ia mengatakan dirinya juga sudah menyampaikan protes serupa ke juri.

Namun, katanya, juri tidak menggubris protes darinya dan beberapa penonton lainnya.

"Saya dan yang lain juga dari bawah podium, sudah mengatakan 'ada, ada, ada' (terkait kesamaan jawaban antara peserta dari SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas). Tapi dari pihak juri tidak mendengar atau tidak menggubris," ujarnya.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas