Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pesan 'Ecological Before Tourism' Dibawa Raja Juli saat Hadiri Forum PBB

Raja Juli Antoni menyampaikan komitmen Indonesia dalam menjaga kekayaan hayati tanah air pada pertemuan ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF)

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pesan 'Ecological Before Tourism' Dibawa Raja Juli saat Hadiri Forum PBB
Tribunnews.com/Dok. Kementerian Kehutanan RI
HADIRI FORUM PBB - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan komitmen Indonesia dalam menjaga kekayaan hayati tanah air pada pertemuan ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF) yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York, Senin (11/5/2026) lalu. Raja Juli memaparkan berbagai kebijakan strategis nasional Indonesia bertujuan memperkokoh perlindungan satwa serta manajemen wilayah konservasi. 
Ringkasan Berita:
  • Pada forum UNFF, Menhut Raja Juli tekankan prinsip Ecological Before Tourism dalam pengelolaan taman nasional berkelanjutan.
  • Indonesia ajak kemitraan global memperkuat pendanaan konservasi dan transfer teknologi pengelolaan taman nasional.
  • Indonesia dorong kolaborasi internasional restorasi mangrove melalui program World Mangrove Center berkelanjutan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan komitmen Indonesia dalam menjaga kekayaan hayati tanah air pada pertemuan ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF) yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York, Senin (11/5/2026) lalu.

UNFF adalah badan antarpemerintah tingkat tinggi yang dibentuk oleh Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC) untuk mempromosikan pengelolaan, konservasi, dan pembangunan berkelanjutan dari semua jenis hutan.

Pada kesempatan itu, Raja Juli memaparkan berbagai kebijakan strategis nasional Indonesia bertujuan memperkokoh perlindungan satwa serta manajemen wilayah konservasi.

Salah satu poin utama yang dipaparkan yaitu restrukturisasi pengelolaan melalui pembentukan Satuan Tugas Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik. 

Program ini memfokuskan pada sistem pendanaan yang mandiri dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan potensi ekonomi karbon serta pengembangan sektor ekowisata.

Raja Juli menekankan transformasi taman nasional di masa depan wajib berlandaskan pada asas keberlanjutan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam setiap pengambilan kebijakan, aspek ekologi dan integritas keanekaragaman hayati tidak boleh dikorbankan demi kepentingan pemanfaatan lainnya.

“Pesan utama yang kami bawa adalah 'Ecological Before Tourism'. Fungsi ekologis dan kelestarian biodiversitas harus didahulukan sebelum kita berbicara mengenai pengembangan pariwisata."

"Ekowisata harus menjadi alat untuk memperkuat konservasi, bukan sebaliknya,” ungkap Raja Juli, dikutip dari laman pertanian.go.id.

Pada kesempatan itu Indonesia secara terbuka mengajak pihak internasional, mulai dari lembaga hingga pelaku usaha global, untuk berpartisipasi dalam skema pembiayaan baru ini. 

Melalui kinerja Satgas tersebut, pemerintah berambisi mewujudkan tata kelola taman nasional yang memenuhi standar global demi mengoptimalkan sekuestrasi karbon sekaligus memproteksi fauna langka.

Baca juga: Momen Prabowo Hadir Saksikan Hasil Penyitaan Penertiban Kawasan Hutan di Kejagung

“Kami mengundang kemitraan global untuk memperkuat pendanaan dan transfer teknologi dalam pengelolaan taman nasional. Dengan kolaborasi internasional, kita dapat memastikan bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia terjaga demi keseimbangan ekosistem global,” tambahnya.

Singgung Ekosistem Mangrove Dunia

Pada kesempatan yang sama, Raja Juli juga mengungkapkan posisi krusial Indonesia dalam menjaga ekosistem mangrove dunia.

Sebagai pemilik sekitar 23 persen dari total luas mangrove di bumi, yang merupakan luasan terbesar secara global, Indonesia menjadikan ekosistem ini sebagai instrumen utama dalam mitigasi perubahan iklim, perlindungan wilayah pesisir, serta pelestarian biodiversitas.

Melalui program World Mangrove Center, Indonesia mendorong komunitas internasional untuk mempererat kerja sama, memperluas riset, serta melakukan langkah konkret dalam restorasi mangrove yang berkelanjutan.

Menhut memaparkan bahwa sekitar 80 persen lahan mangrove di tanah air berada dalam pengelolaan Kementerian Kehutanan.

Oleh sebab itu, Indonesia berkomitmen memandu upaya global untuk mengoptimalkan potensi mangrove sebagai penopang ketahanan pesisir dan lingkungan.

"Indonesia menyambut baik kolaborasi melalui World Mangrove Center untuk memajukan manajemen mangrove berkelanjutan di tingkat global."

"Dengan penguasaan hampir seperempat mangrove dunia, kami ingin memastikan ekosistem ini menjadi pilar utama dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan wilayah pesisir," ujar Menhut.

(Tribunnew.com/Gilang P)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas