Menhut Raja Juli Tekankan Pentingnya Multilateralisme Hadapi Krisis Iklim di Sidang UNFF21
Raja Juli mengingatkan kompleksitas geopolitik global saat ini tidak boleh jadi penghalang langkah negara-negara menghadapi ancaman krisis iklim
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Menhut RI Raja Juli Antoni menekankan pentingnya multilateralisme dan solidaritas global untuk melindungi hutan dunia dalam Sidang UNFF21 di PBB, New York
- Ia mengingatkan bahwa krisis iklim dan kompleksitas geopolitik tidak boleh menghambat aksi kolektif negara-negara
- Raja Juli mengajak penguatan kerja sama internasional demi keberlanjutan hutan bagi generasi mendatang
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Raja Juli Antoni menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya penguatan multilateralisme dan solidaritas global dalam upaya melindungi hutan dunia.
Pesan tersebut disampaikan Raja Juli di hadapan para rimbawan dan pemimpin dunia pada Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.
Menhut Raja Juli mengingatkan bahwa kompleksitas geopolitik global saat ini tidak boleh menjadi penghalang atau menyurutkan langkah negara-negara dalam menghadapi ancaman nyata krisis iklim.
Ia menekankan bahwa para rimbawan di seluruh dunia harus tetap teguh dan fokus pada misi utama dalam melindungi paru-paru dunia melalui pendekatan global yang solid.
"Melindungi hutan dunia di tengah lanskap geopolitik yang kompleks saat ini memerlukan pembaruan semangat multilateralisme. Kita membutuhkan solidaritas yang semakin kuat serta aksi kolektif yang nyata untuk memastikan keberlangsungan hutan bagi generasi mendatang," ujar Raja Juli Antoni di hadapan para delegasi PBB.
Raja Juli juga mengajak komunitas internasional untuk melihat hutan melampaui batas-batas administratif maupun kepentingan politik praktis.
Baca juga: Keberlanjutan dan Krisis Iklim Jadi Bahasan Utama di Pameran Arsitektur di ICE BSD
Menurutnya, kerja sama internasional yang diperkuat serta kemitraan multipihak menjadi jalan utama untuk memobilisasi dukungan dan investasi yang lebih besar bagi pengelolaan hutan berkelanjutan.
“Tantangan lingkungan yang semakin berat memerlukan pendekatan global yang lebih solid dan tidak terfragmentasi,” tegasnya.
Pernyataan Raja Juli dalam sidang tersebut menjadi pengingat bagi seluruh negara anggota PBB bahwa komitmen terhadap kelestarian alam dan perlindungan keanekaragaman hayati harus tetap menjadi prioritas bersama demi masa depan bumi yang inklusif.
Dalam agenda Sidang UNFF21 tersebut, Raja Juli Antoni didampingi oleh delegasi Republik Indonesia lainnya, di antaranya Wakil Tetap Indonesia untuk PBB di New York, Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, serta Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan.