Menteri Agama Minta Dapur MBG Gandeng BPOM untuk Perkuat Pengawasan Makanan
Menteri AgamaNasaruddin Umar menegaskan pentingnya pengawasan kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Menteri Agama Nazaruddin Umar menegaskan pentingnya pengawasan kualitas makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kerja sama dengan BPOM dan perluasan layanan dapur ke berbagai daerah.
- Pernyataan itu disampaikan saat meresmikan Dapur MBG Karawang yang mendukung penyediaan makanan bergizi bagi anak sekolah sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri AgamaNasaruddin Umar menegaskan pentingnya pengawasan kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini melalui kolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sekaligus memperluas satuan pelayanan dapur ke berbagai daerah.
"Fokus utamanya adalah memastikan kualitas makanan dari dapur MBG dengan menggandeng BPOM serta memperluas satuan pelayanan ke berbagai daerah," kata Nasaruddin Umar.
Hal itu disampaikan Nasaruddin saat meresmikan Dapur MBG Karawang di Kelurahan Kutaampel, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Nasaruddin Umar juga mengajak para pelaku usaha kuliner untuk terus mengembangkan kreativitas usaha sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat.
"Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi banyak orang," tuturnya.
Peresmian dapur modern tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program MBG sekaligus upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor kuliner.
Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia, Nofalia Heikal Safar, hadir langsung bersama Ketua Umum Gema Bela Negara Heikal Safar untuk memastikan kesiapan operasional dapur dalam menyediakan makanan bergizi, khususnya bagi anak-anak sekolah.
Selain Nasaruddin Umar, peresmian juga dihadiri Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Turut hadir pula Dewan Pembina Masjid Kubah Emas Depok R. Achmad Juniawan, H. Yoyok, serta Dewan Pembina Yayasan Garuda Biru Indonesia Sigit Hendarso Danuri.
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Acara diawali dengan pemberian santunan berupa sembako dan bantuan tunai kepada lebih dari 2.000 kaum duafa dan anak yatim di wilayah setempat.
Santunan juga diberikan kepada puluhan pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni unit dapur modern di bawah BGN yang bertugas menyediakan makanan bergizi gratis bagi anak-anak sekolah dan kelompok masyarakat rentan.
Dalam sambutannya, Nofalia mengatakan Gerakan Dapur Indonesia ingin menghadirkan program yang tidak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, khususnya bagi ibu rumah tangga.
"Kami ingin melibatkan ibu-ibu rumah tangga di seluruh Indonesia untuk aktif berperan dalam dunia kuliner dan masak-memasak. Program ini diharapkan dapat membantu mengurangi pengangguran sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional," ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan Dapur MBG Karawang menjadi langkah konkret mendukung program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.