Ditanya soal Program MBG, Anies Baswedan Ungkit Program Sarapan Pagi Gagasannya untuk Siswa Jakarta
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengomentari Program MBG yang jadi program prioritas di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Penulis:
Faryyanida Putwiliani
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengomentari Program MBG yang jadi program prioritas di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
- Anies mengungkap, saat masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia pernah membuat program sarapan pagi gratis untuk anak-anak sekolah di Jakarta.
- Kala itu, program sarapan pagi untuk siswa yang digagas Anies ini dilakukan pengerjaan langsung dari masyarakat.
TRIBUNNEWS.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan komentar terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai program prioritas di pemerintahannya.
Program MBG yang diinisiasi Prabowo ini jadi sorotan publik karena anggarannya yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp 335 triliun untuk anggaran tahun 2026.
Namun pelaksanaannya masih banyak masalah di lapangan. Hal inilah yang kemudian menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Anies Baswedan menegaskan, jika ingin membangun sesuatu maka harus menggunakan pendekatan pergerakan.
Caranya dengan memberikan kepercayaan kepada rakyat.
"Oh, MBG. Ah, semua sudah tahu kok MBG. Maka ditanya lagi. Tapi gini, teman-teman. Saya tadi pagi bicara dalam kita membangun, membangun pendekatannya ada dua. Pendekatan pragmatik dan pendekatan movement."
"Kalau kita ingin membangun, menurut saya pendekatan harus pendekatan movement, pendekatan gerakan. Pendekatan gerakan itu artinya apa? Berikan kepercayaan kepada rakyat," kata Anies saat menghadiri acara di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), yang ditayangkan di kanal YouTube resmi Anies Baswedan, Jumat (15/5/2026).
Singgung Program Sarapan Pagi untuk Siswa DKI Jakarta
Sebelum Prabowo, Anies sebenarnya sudah pernah membuat program yang tak jauh berbeda dengan MBG ini.
Anies mengungkap, saat masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia pernah membuat program sarapan pagi gratis untuk anak-anak sekolah di Jakarta.
"Kami di Jakarta pernah membuat program sarapan pagi untuk warga di Jakarta, anak-anak sekolah," ungkap Anies.
Kala itu, program sarapan pagi untuk siswa yang digagas Anies ini dilakukan pengerjaan langsung dari masyarakat.
Baca juga: Kritik Keras Pengamat yang Sebut MBG Beban Fiskal, Ambar: Itu Pemikiran Keblinger dan Naif
Untuk proses pengadaan barang dan jasanya, Pemerintah Jakarta langsung memberikan uang untuk program sarapan pagi ini ke masyarakat, untuk nantinya dikelola persatuan orang tua murid.
Makanan yang diberikan untuk sarapan siswa pun dimasak sendiri oleh orang tua murid.
Namun tetap sebelumnya para orang tua ini dibekali pengetahuan soal kebutuhan nutrisi anak hingga contoh menu sarapan siswa.
"Pengadaan barang jasa itu empat tipe. Tipe satu dikerjakan oleh dinas. Tipe dua dibuat tender, diumumkan lalu tenderkan. Ada perusahaan tender. Tipe tiga dikerjakan oleh masyarakat oleh dari penugasan negara. Tipe empat inisiatif masyarakat itu empat tipe pengadaan barang jasa."
Baca juga: Menteri Agama Minta Dapur MBG Gandeng BPOM untuk Perkuat Pengawasan Makanan
"Pemerintah tuh senangnya tipe satu, tipe dua. Dikerjakan sendiri atau ditenderkan, betul tidak? Nah, kami di Jakarta pakai tipe 3. Dan waktu kami menyelenggarakan tipe 3, ternyata DKI itu provinsi pertama, kota pertama yang menyelenggarakan pakai tipe 3. Enggak ada yang mau tipe tiga itu."
"Kenapa? Karena uangnya diserahkan rakyat, bukan bukan dikerjakan oleh dinas. Nih siapa yang serahkannya? Persatuan orang tua murid di sekolah itu diberikan dananya, diberikan kriteria nutrisinya, contoh-contoh menunya. Lalu mereka masak diawasi oleh sesama orang tua. Wih, sesama orang tua tuh kalau ngawasi top," terang Anies.
Kemudian terkait proses pengawasan program, sarapan pagi ini, Anies menyebut pengawasannya dilakukan oleh lingkungan dan dari orang tua siswa itu sendiri.
"Weh, enggak boleh salah aja. Udah. Benar enggak, Bapak Ibu sekalian? Iya. Pengawasannya oleh lingkungan. Apa yang terjadi? Ibu-ibu itu masak sarapan untuk anaknya jauh lebih bagus daripada standar pelayanan minimal yang diterapkan oleh pemerintah. Iya. Dan anaknya suka dengan menunya. Yang dimasak ibu-ibu tuh yang anak-anaknya suka."
"Lalu ada efek yang kami enggak menduga. Apa itu efeknya? Antar ibu-ibu kompetisi. Mana yang lebih bagus, lebih enak masakannya? Karena anak-anaknya menilai. Jadi pendekatannya pendekatan kepercayaan pada masyarakat.
Baca juga: Prabowo: Ketahanan Pangan Jadi Fondasi Kedaulatan Bangsa, Program MBG Harus Terus Dilanjutkan
Program Makanan Tambahan Anak Sekolah Era Gubernur Anies Baswedan
Melansir laporan Tribun Jakarta pada April 2019 lalu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut ada sebanyak 459 sekolah dari 53 Kelurahan di Jakarta yang menerima Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) tahun 2019 ini.
Adapun jumlah tersebut terdiri dari, 375 SD, 75 TKN dan TPAN, serta 9 SLB.
"Tahun ini penerimanya ada 459 sekolah, menjangkau 144.722 peserta didik yaitu di SD, TK negeri, TPA negeri, dan SLB," katanya di SDN Kedaung Kaliangke Jakarta Barat, Jumat (5/4/2019).
Anies menyebut, Pemprov DKI berharap program ini akan diperbesar sehingga menjangkau semua wilayah, khususnya yang masih memiliki perkampungan yang masuk klasifikasi masyarakat miskin.
Baca juga: KPK Kawal Ketat Program MBG Setelah ICW Laporkan Dugaan Mark Up di BGN
"Pemilihan 53 lokasi ini juga dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi, yaitu tempat-tempat di mana di sana ditemukan dari data jumlah masyarakat yang secara ekonomi rendah, maka sekolah-sekolahnya kita jadikan sebagai sasaran awal," ujar Anies.
Adapun total anggaran dalam program ini ia sampaikan sebesar Rp 324 miliar.
Anies pun menjelaskan, melalui program ini Pemprov DKI ingin anak-anak dan usia dini mendapatkan asupan makanan sehat, gizi yang baik, sehingga perkembangan jasmaninya sehat.
"Lalu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, menumbuhkan pertumbuhan rohani yang lebih baik, kemampuan intelektual yang baik," jelas dia.
"Juga harapannya nantinya intelektualnya, rohaninya, jasmaninya semua tumbuh baik. Kita ingin anak anak di Ibu Kota bisa seperti itu," tambahnya.
Prabowo Akui MBG Masih Banyak Masalah
Presiden RI Prabowo Subianto mengakui jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih banyak masalah dalam pelaksanaannya.
Dia pun berkomitmen akan mencopot siapapun yang dianggap melanggar.
Hal ini disampaikan langsung Prabowo saat ia menghadiri acara peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Prabowo menyatakan secara terbuka di hadapan para jajaran menteri Kabinet Merah Putih dan para kepala daerah bahwa dirinya tidak akan berkompromi terhadap segala bentuk pelanggaran.
Ia berjanji akan langsung mencopot jabatannya bagi siapa saja yang terbukti melakukan penyimpangan dalam mengelola program MBG.
"MBG banyak masalah. Kita harus tertibkan. Manusia Indonesia, ya kita mengertilah ya. Penyakit kita harus kita berani hadapi. Harus kita berani bicarakan bahwa banyak di antara unsur-unsur pimpinan kita hatinya tidak kuat, integritasnya tidak kuat, imannya tidak kuat. Berurusan dengan uang, dia lupa," kata Presiden Prabowo.
Baca juga: MBG Tetap Dilanjutkan, Prabowo Tekankan Pengawasan Ketat
Presiden Prabowo juga menambahkan bahwa jajaran pemerintahannya akan melakukan pengawasan ketat secara berkala.
Sebaliknya, ia tidak akan ragu untuk menindak siapapun yang melakukan penyalahgunaan kewenangan.
"Tapi saya sudah katakan, pemerintah saya tidak ragu-ragu siapapun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahkan kewenangan, akan kita tertibkan kita bersihkan kita copot dari jabatan," lanjut Prabowo.
Ia mengingatkan seluruh elemen kepemimpinan, mulai dari tingkat menteri, gubernur, bupati, hingga tingkat kepala desa untuk saling mengoreksi diri dan menjaga integritas masing-masing. Evaluasi internal disebut Prabowo sebagai kunci keberhasilan program nasional ini.
"Semua koreksi diri. Ya, koreksi diri. Jaga diri kita masing-masing. Saling menegur, saling ingatkan. Saling ingatkan," tegasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Anies Baswedan: Tahun Ini 459 Sekolah Menerima Program Makanan Tambahan Anak Sekolah.
(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Igman Ibrahim)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.