Ferry Latuhihin Prediksi Dolar Bisa Tembus Rp25 Ribu, Minta Menkeu Purbaya Diganti
Ferry Latuhihin prediksi dolar bisa sentuh Rp25 ribu dan mendesak Menkeu Purbaya diganti karena pasar dinilai tak percaya.
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Ekonom Ferry Latuhihin memprediksi nilai tukar dolar AS berpotensi menembus Rp22 ribu hingga Rp25 ribu pada semester kedua 2026.
- Ia menilai pasar mulai kehilangan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan meminta Menteri Keuangan Purbaya diganti.
- Pemerintah sebelumnya menegaskan kondisi ekonomi nasional masih kuat di tengah tekanan global dan pelemahan rupiah.
TRIBUNNEWS.COM — Ekonom Prof. Ferry Latuhihin memprediksi nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berpotensi menembus Rp22 ribu hingga Rp25 ribu pada semester kedua 2026.
Prediksi itu disampaikan Ferry saat menjadi narasumber dalam podcast Escape Clause bersama staf pengajar hukum Universitas Indonesia (UI), Prof. Topo Santoso yang membahas kondisi ekonomi nasional, pelemahan rupiah, hingga kepercayaan investor terhadap pemerintah.
“Saya khawatir ramalan saya terjadi lagi. Prediksi saya dolar bisa Rp22 ribu sampai Rp25 ribu di semester kedua,” kata Ferry dikutip dari YouTube Topo Santoso Official, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, pelemahan rupiah yang terus berlangsung bukan semata-mata dipicu faktor global, melainkan karena menurunnya kepercayaan pasar terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.
Ia menilai tren pelemahan rupiah terjadi secara sistematis sejak Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kabinet pemerintahannya.
“Currency negara ASEAN lain masih bisa menguat terhadap dolar AS, sementara rupiah terus melemah. Artinya ada sesuatu yang salah di dalam negeri,” ujarnya.
Ferry menyoroti sejumlah faktor yang disebut memperburuk persepsi pasar.
Ferry juga menyinggung defisit fiskal yang menurutnya terus melebar dan berpotensi menekan kepercayaan lembaga pemeringkat internasional terhadap Indonesia.
Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan penurunan outlook rating Indonesia dari stabil menjadi negatif oleh lembaga pemeringkat global beberapa waktu terakhir.
Menurut Ferry, kondisi itu membuat investor terus memburu dolar AS karena muncul ekspektasi buruk terhadap ekonomi Indonesia ke depan.
Baca juga: Purbaya Pasang Badan Soal Ucapan Prabowo Rakyat Desa Tak Pakai Dolar: Itu untuk Menghibur Rakyat
“Kalau fundamental ekonomi benar-benar kuat, seharusnya pasar percaya. Tapi kenyataannya dolar terus naik dan pasar saham terus tertekan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ferry juga melontarkan kritik tajam terhadap Menteri Keuangan Purbaya. Ia menilai pemerintah perlu segera mengganti sosok yang dipercaya pasar untuk memulihkan kepercayaan investor.
“Pak Prabowo harus segera mengganti Purbaya. Market melihat figur. Kalau dipercaya pasar, dolar tidak akan terus ngacir seperti sekarang,” katanya.
Ia menilai figur menteri ekonomi memiliki pengaruh besar terhadap psikologi pasar dan arah investasi.