Menhan Ungkap Kehadiran Batalyon Teritorial Berhasil Turunkan Kasus Begal dan Kriminalitas Lainnya
Kehadiran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di berbagai daerah berdampak terhadap penurunan kasus begal dan kriminalitas lainnya.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, kehadiran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di berbagai daerah berdampak signifikan terutama terhadap penurunan kasus begal dan kriminalitas lainnya.
- Keberadaan pasukan di tingkat kabupaten tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
- Penurunan kriminalitas dilakukan melalui patroli rutin yang dijalankan prajurit menggunakan kendaraan operasional yang disiapkan industri pertahanan nasional.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, kehadiran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di berbagai daerah telah berdampak signifikan, terutama terhadap penurunan kasus begal dan kriminalitas lainnya.
Menurutnya, keberadaan pasukan di tingkat kabupaten tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
Baca juga: Beda dari Biasanya, Komisi I DPR Raker dengan Menhan dan Panglima TNI secara Terbuka
Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi I DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
"Apa yang kita lihat sebelum ada batalyon teritorial pembangunan. Tadinya di kabupaten tidak ada pasukan. Apa yang terjadi? Begal kriminal itu yang besar sekali," kata Sjafrie.
Namun setelah batalyon ditempatkan di daerah, kata dia, situasi keamanan mulai berubah.
"Tapi setelah kita berada di situ membuat pangkalan dan pangkalan itu sudah jadi dengan latihan kemampuan dan sebagainya. Ini begal dan kriminal di situ yang tadinya minus sekian persen, menjadi plus kriminalnya hilang di atas 50 persen," ucapnya.
Sjafrie menjelaskan, penurunan kriminalitas itu dilakukan melalui patroli rutin yang dijalankan prajurit menggunakan kendaraan operasional yang disiapkan industri pertahanan nasional.
Selain itu, keberadaan batalyon juga menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling di masyarakat.
"Membangun sistem keamanan lingkungan, siskamling, yang tadinya itu menurun kemudian hidup kembali. Ini yang berkaitan dengan kriminalitas," katanya.
Sjafrie menuturkan, pemerintah menargetkan pembangunan 750 batalyon dalam lima tahun ke depan, sebagai bagian dari revitalisasi pertahanan negara yang mulai dijalankan sejak 2025 bersama Panglima TNI dan staf angkatan.
"Saya perlu menjelaskan, ada yang kaget untuk apa bikin 750 batalyon selama lima tahun," kata Sjafrie.
Menurut dia, Indonesia memiliki 514 kabupaten dengan jumlah penduduk mencapai 287 juta jiwa serta wilayah perbatasan dengan sekitar 11 negara.
Karena itu, penguatan pertahanan dinilai penting untuk menjaga kedaulatan nasional.