Kisah Yani Panigoro Jadi Ketua Umum PPTI: Bukan Dokter, Tapi Terpanggil Urus Penyakit TBC
Menjelang hari ulang tahun PPTI ke-58 yang jatuh pada 20 Mei, Yani mengingatkan bahwa beban TBC di Indonesia masih sangat dahsyat.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Sanusi
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sosok Ir. Yani Yuhani Panigoro kini memegang tongkat estafet kepemimpinan di Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI).
Organisasi nirlaba ini bukanlah lembaga baru, melainkan organisasi pemberantasan TBC tertua di tanah air yang lahir sejak 1968.
Dalam wawancara khusus bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, Yani menceritakan alasan di balik kesediaannya menjadi Ketua Umum PPTI meskipun dirinya bukan berlatar belakang medis.
Baca juga: Viral Konten Influencer yang Klaim TBC Sembuh dengan Obat Herbal Saja, Ini Tanggapan Kemenkes
Yani mengakui bahwa keterlibatannya merupakan bentuk menjaga legacy atau warisan perjuangan keluarga besar Panigoro.
"Kakak saya yang paling besar, Pak Arifin Panigoro, itu sejak tahun 1994 sudah sangat concern terhadap TBC ini. Beliau banyak memberikan donasi dan dukungan untuk pendirian gedung PPTI," ujar Yani di Studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Yani menjelaskan, perjuangan tersebut kemudian dilanjutkan oleh istri mendiang Arifin Panigoro, Raisis Panigoro, yang menjabat Ketua Umum PPTI selama 12 tahun.
Setelah keduanya tiada, para pengurus meminta Yani untuk memimpin organisasi.
"Background saya memang bukan dokter, saya engineer lulusan ITB. Tapi dengan pengalaman manajemen yang saya miliki, saya merasa terpanggil untuk meneruskan perjuangan ini," ucapnya.
Menjelang hari ulang tahun PPTI ke-58 yang jatuh pada 20 Mei, Yani mengingatkan bahwa beban TBC di Indonesia masih sangat dahsyat.
Mengutip data WHO Global Tuberculosis Report 2024, Indonesia berada di posisi kedua dunia dengan estimasi 1,09 juta kasus per tahun.
"Ini sesuatu yang dahsyat yang harus kita eliminasi dengan segala cara. PPTI hadir untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memutus rantai penularan ini," pungkas Yani.