Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Yani Panigoro Jadi Ketua Umum PPTI: Bukan Dokter, Tapi Terpanggil Urus Penyakit TBC

Menjelang hari ulang tahun PPTI ke-58 yang jatuh pada 20 Mei, Yani mengingatkan bahwa beban TBC di Indonesia masih sangat dahsyat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kisah Yani Panigoro Jadi Ketua Umum PPTI: Bukan Dokter, Tapi Terpanggil Urus Penyakit TBC
Tribunnews.com
PENYAKIT TUBERKULOSIS - Ketua Umum Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), Ir. Yani Yuhani Panigoro, MM, saat podcast di Studio Tribunnews, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Dia mengungkap perjuangan para kader TBC yang rela bergerak dari rumah ke rumah demi memastikan pasien minum obat selama 6 bulan tanpa putus. TRIBUNNEWS/LUTFI AKHMAL 
Ringkasan Berita:
  • Ir. Yani Yuhani Panigoro resmi memimpin PPTI, melanjutkan legacy keluarga Panigoro dalam pemberantasan TBC.
  • Menjelang HUT ke-58, PPTI menegaskan komitmen sebagai mitra strategis pemerintah menghadapi beban TBC yang masih tinggi di Indonesia.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sosok Ir. Yani Yuhani Panigoro kini memegang tongkat estafet kepemimpinan di Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI).

Organisasi nirlaba ini bukanlah lembaga baru, melainkan organisasi pemberantasan TBC tertua di tanah air yang lahir sejak 1968.

Dalam wawancara khusus bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, Yani menceritakan alasan di balik kesediaannya menjadi Ketua Umum PPTI meskipun dirinya bukan berlatar belakang medis.

Baca juga: Viral Konten Influencer yang Klaim TBC Sembuh dengan Obat Herbal Saja, Ini Tanggapan Kemenkes

Yani mengakui bahwa keterlibatannya merupakan bentuk menjaga legacy atau warisan perjuangan keluarga besar Panigoro.

"Kakak saya yang paling besar, Pak Arifin Panigoro, itu sejak tahun 1994 sudah sangat concern terhadap TBC ini. Beliau banyak memberikan donasi dan dukungan untuk pendirian gedung PPTI," ujar Yani di Studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Yani menjelaskan, perjuangan tersebut kemudian dilanjutkan oleh istri mendiang Arifin Panigoro, Raisis Panigoro, yang menjabat Ketua Umum PPTI selama 12 tahun.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah keduanya tiada, para pengurus meminta Yani untuk memimpin organisasi.

"Background saya memang bukan dokter, saya engineer lulusan ITB. Tapi dengan pengalaman manajemen yang saya miliki, saya merasa terpanggil untuk meneruskan perjuangan ini," ucapnya.

Menjelang hari ulang tahun PPTI ke-58 yang jatuh pada 20 Mei, Yani mengingatkan bahwa beban TBC di Indonesia masih sangat dahsyat.

Mengutip data WHO Global Tuberculosis Report 2024, Indonesia berada di posisi kedua dunia dengan estimasi 1,09 juta kasus per tahun.

"Ini sesuatu yang dahsyat yang harus kita eliminasi dengan segala cara. PPTI hadir untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memutus rantai penularan ini," pungkas Yani.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas