Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo: Rakyat Tidak Bermimpi Kaya Raya, tapi Bermimpi Hidup Layak

Prabowo menegaskan bahwa rakyat sebenarnya tidak bermimpi untuk menjadi orang kaya tetapi cukup bisa hidup dengan layak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Selain itu, dia juga menargetkan pendapatan negara tahun 2027 pada kisaran 11,82-12,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca juga: Prabowo Ungkap Target Ekonomi 2027: Nilai Tukar Rupiah Maksimal Rp17.500, Pertumbuhan 5,8-6,5 Persen

Prabowo juga menyampaikan soal belanja negara untuk mendukung program prioritas tahun depan.

"Untuk mendukung berbagai program prioritas dan program vital kita, belanja negara berada pada kisaran 13,62-14,80 persen dari PDB kita," jelasnya.

Lalu, Prabowo juga menargetkan terkait defisit anggaran pada tahun 2027 yakni di kisaran 1,8-2,4 persen dari PDB.

"Dan kita akan berjuang terus untuk memperkecil defisit ini," ujarnya.

Selanjutnya, ia mengungkapkan target terkait suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada pada kisaran 6,5-7,3 persen.

Prabowo mengatakan inflasi pada tahun 2027 ditargetkan akan dijaga pada kisaran 1,5-3,5 persen. Ia juga menyebutkan target harga minyak mentah Indonesia berada pada kisaran 70-95 dolar AS per barel.

Rekomendasi Untuk Anda

"Lifting minyak mentah 602-615 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 934-977 ribu setara minyak bumi per hari," ujarnya.

Prabowo juga menyebut pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2027 di kisaran 5,8-6,5 persen. Target ini, sambungnya, demi tercapainya pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029.

"Dengan strategi ekonomi yang tepat dan kebijakan fiskal yang pruden dan berkelanjutan, saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh 5,8-6,5 persen pada tahun 2027 menuju ekonomi 8 persen tahun 2029," katanya.

Demi tercapainya target pertumbuhan ekonomi tersebut, Prabowo akan mewujudkannya dengan program yang meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Pertumbuhan tersebut harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata," tuturnya.

Baca juga: Pertama Kali dalam Sejarah, Presiden Prabowo Sampaikan Langsung KEM-PPKF di DPR, Biasanya Menkeu

Prabowo pun menargetkan tingkat kemiskinan Indonesia turun menjadi pada kisaran 6-6,5 persen dari sebelumnya yakni 6,5-7,5 persen di tahun 2026.

Lalu, tingkat pengangguran terbuka juga ditargetkan turun menjadi 4,3-4,8 persen.

"Lebih lanjut rasio gini kita targetkan semakin membaik pada rentang 0,362-0,367 dari target sebelumnya 0,377-0,38. Jarak antara yang kaya dengan yang miskin tidak boleh semakin lebar. Bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit," jelasnya.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas