Pigai: Saya Tak Pernah Ditegur Prabowo, Makanya Gas Terus
Pigai mengaku belum pernah ditegur Prabowo dan tetap “gas terus”, termasuk bicara soal TNI-Polri di sipil.
Penulis:
Mario Christian Sumampow
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Pigai mengaku tetap vokal karena merasa tak pernah ditegur langsung oleh Presiden.
- Pernyataan Pigai soal TNI-Polri di sipil kembali memantik perhatian publik luas.
- Pigai menyebut banyak menteri memilih diam ketika sudah mendapat teguran pimpinan.
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG — Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, mengaku belum pernah mendapat teguran dari Presiden Prabowo Subianto sejak menjabat di Kabinet Merah Putih.
Pernyataan itu disampaikan Pigai saat memberi keynote speech dalam Kelas Jurnalis HAM di Green Forest Resort, Cihideung, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (20/5/2026).
“Sampai detik ini, sejak tanggal 21 Oktober 2024 sampai detik ini hampir 1,8 bulan, saya jadi menteri sekalipun tidak pernah ditegur (Prabowo), apakah teguran lisan maupun tulisan,” kata Pigai.
Pigai menyebut hal itu menunjukkan pandangan yang selama ini ia sampaikan masih sejalan dengan Presiden.
“Berarti apa yang saya ungkapkan selama ini, seirama, senafas, dan sejiwa dengan pimpinan saya,” ujarnya.
Ia lalu menyinggung posisi seorang menteri yang biasanya memilih diam ketika mendapat teguran dari pimpinan.
“Nyatanya saya sampai hari ini masih gas. Kalau seorang menteri kan kalau ditegur diam, kan? Saya malah makin gas saja ini,” tuturnya.
Baca juga: Mahfud MD Bicara soal Prabowo Sebut Orang Desa Tak Pakai Dolar: Jadi Banyak Menimbulkan Olok-olok
Pigai juga menyinggung keberaniannya menyampaikan pandangan berbeda dibanding menteri lain, termasuk soal keterlibatan TNI-Polri di ranah sipil.
“Termasuk saya beberapa waktu lalu saya sampaikan bahwa Presiden tidak pernah memerintahkan untuk TNI-Polri masuk di wilayah sipil. Ini kalau menteri lain enggak berani bongkar kayak begini. Enggak pernah, tidak pernah,” pungkasnya.
Pernyataan Pigai tersebut belum mendapat tanggapan dari pihak Istana.