Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Nasib 9 WNI yang Diculik Israel, Dikabarkan dalam Kondisi Sehat dan Baik

Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) ditangkap atau diculik oleh tentara Israel dikabarkan berada dalam kondisi baik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Febri Prasetyo
zoom-in Nasib 9 WNI yang Diculik Israel, Dikabarkan dalam Kondisi Sehat dan Baik
Instagram @globalpeaceconvoy
MENCEKAM — Detik-detik militer Israel (IDF) menyerbu kapal misi kemanusiaan di perairan internasional lepas pantai Siprus yang berujung penangkapan sembilan WNI, termasuk jurnalis Republika. Seluruh relawan ditahan saat mengawal pasokan bantuan logistik menuju Jalur Gaza, Palestina. 
Ringkasan Berita:
  • Sembilan WNI yang ditangkap Israel dikabarkan berada dalam kondisi sehat dan baik.
  • Mereka adalah anggota Global Peace Convoy Indonesia yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla.
  • Menlu RI Sugiono mengklaim para WNI tidak diculik, tetapi interseptasi militer.

 

TRIBUNNEWS.COM – Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) ditangkap atau diculik oleh tentara Israel.

Kesembilan WNI itu adalah anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Misi tersebut bertujuan membawa bantuan kemanusiaan ke Palestina.

Mereka berada di sejumlah kapal yang kemudian dicegat oleh Israel. Beberapa di antara mereka adalah jurnalis.

Andi Muhyiddin, Pemimpin Redaksi Republika, mendengar kabar bahwa para WNI yang diculik itu berada dalam kondisi baik. Ada dua jurnalis Republika yang ditangkap, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah.

“Alhamdulilah saya mendapat kabar bahwa 9 WNI yang diculik oleh militer Israel kondisinya sehat, baik-baik saja,” kata Andi, Rabu, (20/5/2026), dikutip dari Kompas TV.

Dia berkata kabar didapatkannya dari seseorang yang enggan dia sebutkan namanya. Namun, orang itu punya akses komunikasi langsung dengan orang-orang di Israel.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut keterangan sumber itu, para WNI yang diculik sudah menjalani tahap pertama pemeriksaan. Mereka dicek apakah memiliki hubungan dengan organisasi kriminal.

“Yang kedua, kemudian lanjut dengan pemeriksaan dokumen, tapi ini tertunda karena saat ini lagi hari keagamaan di Israel, banyak libur gitu,” ujar Andi.

Dia berharap proses deportasi terhadap kesembilan WNI itu bisa lancar sehingga mereka segera bebas.

Andi mengatakan informasi terakhir menyebutkan mereka berada di Kota Ashdod, salah satu kota pelabuhan terbesar di Israel. Letaknya sekitar 40 km dari Kota Gaza.

“Biasanya orang-orang yang ditangkap di perairan internasional itu dibawa ke Ashdod. Di situ kemudian mereka diperiksa, diinterogasi, disita dokumennya, dan lain-lain,” ucapnya.

Baca juga: Amnesty International Singgung BoP dan Pasifnya Indonesia Respons Tindakan Israel

Identitas 9 WNI yang ditangkap

Berikut identitas warga Indonesia yang ditangkap Israel.

1. Herman Budianto Sudarsono dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro

2. Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro

3. ⁠Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat di Kapal Josef

4. Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqso di Kapal Kasri Sadabad

5. Hendro Prasetyo dari SMART 171 di Kapal Kasri Sadabad

6. ⁠Jurnalis Republika, Bambang Noroyono di Kapal BoraLize

7. ⁠Jurnalis Republika, Thoudy Badai Rifan Billah di Kapal Ozgurluk

8. ⁠Jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk

9. Jurnalis yang berkontribusi untuk iNewsTV, BeritaSatu, dan CNN Indonesia, Rahendro Herubowo di kapal Ozgurluk

Baca juga: Menko Polkam Pastikan Negara Hadir dan Kerja Keras Bebaskan Seluruh WNI yang Ditahan Militer Israel

Sementara itu, ada lima WNI yang jadi korban intersepsi militer Israel, yakni Bambang Noroyono atau Abeng Thoudy Badai, Andre Prasetyo Nugroho, Rahendro Herubowo, dan Andi Angga.

Menlu Sugiono klaim WNI tidak diculik

Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan bahwa penangkapan sembilan WNI oleh militer Israel di atas kapal Global Sumud Flotilla bukan merupakan kasus penculikan ataupun penyanderaan. 

Hingga rabu dini hari, jumlah WNI yang terkonfirmasi ditangkap oleh otoritas militer Israel terus melonjak dari semula 5 orang menjadi 9 orang.

“Berdasarkan apa yang terjadi sebelumnya, yang (Global Sumud Flotilla) 1.0 juga waktu itu, itu dideportasi. Itu tidak ada, saat ini bukan kasus penculikan atau penyanderaan,” ujar Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).

Dijelaskan Sugiono, penangkapan tersebut murni merupakan bentuk interseptasi militer terhadap kapal yang nekat menerobos jalur blokade laut.

“Ini kasus kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ini di-intercept karena memang mereka melarang, Israel melarang kapal apa pun masuk ke wilayah tersebut untuk, kepentingan apa pun," ujar Sugiono.

Sugiono menjelaskan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memonitor perkembangan situasi di lapangan sejak laporan pertama diterima. 

Pihaknya juga telah menginstruksikan sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia di Timur Tengah untuk bergerak cepat mengamankan kepulangan para WNI.

(Tribunnews/Febri/Muhammad Zulfikar)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas