Puasa Arafah untuk yang Tidak Berhaji: Hukum, Niat, dan Keutamaannya
Puasa Arafah dilaksanakan setiap 9 Dzulhijah dan sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Puasa Arafah dilaksanakan setiap 9 Dzulhijah dan sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
- Puasa ini memiliki keutamaan besar, di antaranya menghapus dosa dua tahun serta menjadi waktu doa yang mustajab.
- Berbagai hadis menyebutkan Puasa Arafah termasuk amalan yang dicintai Rasulullah SAW dan dapat menjauhkan pelakunya dari api neraka.
TRIBUNNEWS.COM - Puasa Arafah merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, khususnya bagi mereka yang tidak sedang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Puasa ini dilaksanakan setiap tanggal 9 Dzulhijah atau sehari sebelum Hari Raya Idul Adha.
Pada tahun 2026, Puasa Arafah diperkirakan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026.
Guru teladan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Gorontalo, Kyai Haji Luki Husin, mengatakan Puasa Arafah memiliki keutamaan besar bagi umat Islam yang belum mampu atau tidak menunaikan ibadah haji.
"Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang belum mampu atau tidak menjalankan ibadah haji di Mekkah. Puasa ini dilakukan sehari sebelum hari raya Idul Adha, yakni setiap tanggal 9 Dzulhijah atau bertepatan dengan Selasa, 26 Mei 2026 tahun ini," ujar Kyai Haji, dikutip dari Kemenag Gorontalo, Kamis (21/5/2026).
Hukum Puasa Arafah bagi yang Tidak Berhaji
Hukum puasa Arafah (9 Dzulhijjah) adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Sementara itu, bagi jemaah haji yang sedang wukuf di Arafah, hukum puasa ini adalah makruh atau lebih baik tidak dikerjakan agar kondisi fisik tetap kuat menjalankan rangkaian ibadah haji.
Puasa sunnah ini menjadi salah satu amalan utama di bulan Dzulhijah karena memiliki banyak keistimewaan dan pahala besar.
Bacaan Niat Puasa Arafah
Niat puasa Arafah dibaca pada malam hari sebelum berpuasa:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةً سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa Arafah, Sunah karena Allah ta'ala."
Baca juga: Bolehkah Menggabungkan Puasa Dzulhijjah dengan Qadha Ramadhan? Simak Penjelasannya
Keutamaan Puasa Arafah
Puasa Arafah memiliki banyak keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah hadis Rasulullah SAW.
1. Menghapus Dosa Dua Tahun
Kyai Luki menjelaskan bahwa salah satu keutamaan terbesar Puasa Arafah adalah diampuninya dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Salah satunya adalah ampunan atas dosa-dosa yang salama ini di perbuat.
"Barang siapa yang puasa Arafah diampuni dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh muslim yang menyebut puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang," katanya.