Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi Siap ‘Turun Gunung’, Golkar Enggan Berkomentar Banyak

Menurut Idrus, langkah politik siapa pun, termasuk Jokowi, merupakan hak politik yang dijamin dan tidak patut diintervensi pihak lain.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
zoom-in Jokowi Siap ‘Turun Gunung’, Golkar Enggan Berkomentar Banyak
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
RAKERNAS I PSI - Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri penutupan Rakernas I PSI di Sandeq Ballroom Claro Hotel, Makassar Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). Wacana Jokowi bakal 'turun gunung' dan disebut-sebut masuk jajaran Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), mendapat respons dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham. 

Menurut Guntur, ada sejumlah analisis di balik manuver politik yang akan dilakukan oleh mantan Wali Kota Solo tersebut.

"Pertama, ini pesan halus sekaligus ancaman bagi Prabowo. Jokowi ingin menyatakan: 'Saya masih diperhitungkan'," kata Guntur Romli kepada Tribunnews.com, Minggu (17/5/2026).

Guntur menyebut, dukungan massa yang digalang Jokowi ke daerah-daerah bisa menjadi tameng jika sewaktu-waktu Pemerintahan Prabowo terganggu.

Bahkan, ia menyinggung posisi putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai Wakil Presiden. Menurutnya, Gibran adalah sosok yang paling siap didorong "naik" dengan sokongan penuh dari ayahnya.

"Atau, ini persiapan jangka panjang menyaingi 2029, menjaga pengaruh dinasti Jokowi di tengah Prabowo yang punya basis sendiri, kalau Pasangan Prabowo Gibran cerai di tengah jalan," ujar Guntur. 

Kedua, Guntur menilai rencana keliling Indonesia ini menjadi bukti nyata bahwa publik tidak bisa mempercayai ucapan Jokowi.

Ia mengingatkan kembali memori publik pada janji Jokowi jelang lengser dari kursi kepresidenan. Saat itu, kata dia, Jokowi kerap menyatakan ingin pulang ke Solo dan beristirahat menjadi warga biasa.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini malah akan terus menghimpun kekuatan politik. Itu pilihan pribadi Jokowi, tapi publik makin yakin omongan Jokowi tidak bisa dipegang alias tukang bohong," ucap Guntur. 

Ketiga, manuver keliling Indonesia diyakini Guntur sebagai langkah terencana untuk memperkuat dan memagari dinasti politik Jokowi yang saat ini sedang berada di lingkar kekuasaan.

Ia membeberkan fakta bahwa saat ini trah Jokowi memegang posisi-posisi krusial. Selain Gibran sebagai Wapres, ada Kaesang Pangarep yang menjabat sebagai Ketua Umum PSI, serta Bobby Nasution yang duduk sebagai Gubernur Sumatera Utara. 

Oleh karena itu, Guntur menilai Jokowi merasa wajib untuk turun tangan menjaga kekuatan tersebut.

Baca juga: Start Juni 2026, PSI Beberkan Rencana Jokowi Blusukan Keliling Indonesia

Pengamat sebut Jokowi Beri Pesan Siap Kembali ke Panggung Politik dan Jaga "Jokowi Effect"

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai rencana Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang akan berkeliling Indonesia merupakan pesan bahwa dirinya belum selesai dan siap kembali ke panggung depan politik Tanah Air.

Menurut Agung, langkah mantan Wali Kota Solo tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi biasa.

"Beliau mengirimkan pesan bahwa siap kembali ke panggung depan politik Tanah Air sekaligus memanaskan mesin politik relawannya secara bertahap," kata Agung kepada Tribunnews.com, Minggu (17/5/2026).

Agung menjelaskan, keputusan Jokowi untuk kembali "turun gunung" menyapa masyarakat sangat beralasan jika melihat dinamika politik belakangan ini.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas