Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jadi Tempat Edukasi, Balai Ternak di Lampung Jadi Rujukan Riset dan Magang Mahasiswa

Balai Ternak BAZNAS di Lampung Tengah kini tidak hanya dikenal sebagai pusat pemberdayaan ekonomi, tetapi bertransformasi menjadi tempat edukasi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jadi Tempat Edukasi, Balai Ternak di Lampung Jadi Rujukan Riset dan Magang Mahasiswa
Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah
Screenshot 

Ringkasan Berita:
  • Balai Ternak BAZNAS jadi rujukan literasi peternakan bagi mahasiswa untuk kegiatan penelitian, magang, hingga Praktik Kerja Nyata
  • Balai Ternak dirancang untuk menjadi pusat edukasi bagi generasi muda yang ingin belajar bisnis peternakan secara nyata
  • Balai Ternak merupakan model pemberdayaan unggulan yang harus dipelajari secara luas

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG – Balai Ternak BAZNAS di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, kini tidak hanya dikenal sebagai pusat pemberdayaan ekonomi, tetapi juga telah bertransformasi menjadi tempat edukasi.

Lokasi ini kini menjadi rujukan literasi peternakan bagi mahasiswa untuk kegiatan penelitian, magang, hingga Praktik Kerja Nyata atau Praktik Kerja Lapangan bagi pelajar SMK.

Peternakan modern berbasis integrated farming menjadi daya tarik utama bagi para mahasiswa untuk mendalami manajemen peternakan dari hulu ke hilir.

Ketua Koperasi Balai Ternak Lampung Tengah, Indra Sofwatama, mengungkapkan kawasan ini memang dirancang untuk menjadi pusat edukasi bagi generasi muda yang ingin belajar bisnis peternakan secara nyata.

“Program ini juga menjadikan desa sebagai pusat literasi peternakan melalui kegiatan penelitian, magang, dan praktik lapangan mahasiswa,” ujar Indra saat ditemui di lokasi, Jumat (22/5/2026).

Baca juga: Dari Buruh Menjadi Muzakki, Cerita Sukses Peternak di Lampung Mampu Berkurban dan Kuliahkan Anak

Menurut Indra, mahasiswa yang berkunjung dapat mempelajari berbagai inovasi unik yang jarang ditemui di peternakan tradisional.

Rekomendasi Untuk Anda

Salah satunya adalah fasilitas "Hotel Ternak" yang berfungsi sebagai tempat karantina dan recovery hewan.

Selain itu, ada pula digitalisasi manajemen melalui aplikasi SIRENA (Sistem Identifikasi dan Recording Ternak) dan SIEMBE.

“Sekarang anggota kelompok sudah bisa bicara bisnis, mengelola usaha, bahkan memasok kebutuhan kurban ke berbagai daerah. Kami jadi tahu perkembangan ternak, biaya pakan, sampai hasil penjualan. Semua tercatat rapi (lewat aplikasi digital),” ujar Indra.

Baca juga: Ada Hotel Ternak di Lampung Tengah, Tempat Transit Bagi Hewan yang Tempuh Perjalanan Jauh

Keberhasilan Balai Ternak Lampung Tengah sebagai pusat rujukan riset ini mendapat apresiasi dari Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad.

Ia menegaskan Balai Ternak merupakan model pemberdayaan unggulan yang harus dipelajari secara luas.

“Kami ingin mustahik tidak selamanya menerima bantuan, tetapi mampu mandiri bahkan menjadi muzakki. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perubahan pola pikir masyarakat,” kata Idy.

Idy menambahkan, hadirnya mahasiswa di Balai Ternak diharapkan dapat memperkuat ekosistem peternakan rakyat melalui pertukaran ilmu pengetahuan.

Apalagi, para peternak binaan kini sudah menerapkan standar profesional, termasuk dalam mengelola Pabrik Pakan Yufeed yang sudah ber-SNI.

Penerapan standar profesional ini juga teruji dalam program Kurban Berkah Berdayakan Desa BAZNAS 1447/2026.

Mahasiswa yang melakukan praktik lapangan dapat melihat langsung bagaimana manajemen distribusi kurban dilakukan secara transparan, mulai dari penimbangan real-time hingga pengiriman ke berbagai wilayah di Indonesia.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas