Asad Aras Peluk dan Gendong Putri Tercinta Setiba di Bandara Soetta
Lolos dari penahanan Israel, relawan GSF Asad Aras tiba di Bandara Soetta dan langsung gendong erat putrinya. Intip suasananya!
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Tiba di Bandara Soetta, relawan kemanusiaan Asad Aras disambut isak tangis dan pelukan haru keluarga.
- Sempat ditahan militer Israel di Laut Mediterania, Asad Aras langsung gendong erat putri kecilnya.
- Menlu Sugiono kawal langsung kepulangan sembilan WNI dari Istanbul menuju terminal kedatangan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Isak tangis dan pelukan keluarga mewarnai kedatangan Asad Aras Muhammad, relawan kemanusiaan armada kapal Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, saat tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026) petang.
Asad Aras merupakan satu dari sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan militer Israel saat menjalankan misi logistik kemanusiaan menuju Gaza, Palestina, sebelum akhirnya dipulangkan ke Indonesia melalui jalur diplomasi.
Kedatangan Disambut Menteri Luar Negeri
Pantauan Tribunnews.com di lokasi pukul 15.35 WIB, Asad Aras terlihat berjalan menyusuri lorong terminal kedatangan internasional didampingi Menteri Luar Negeri RI Sugiono.
Ia mengenakan kaus hitam yang dipadukan dengan keffiyeh, syal tradisional khas Palestina.
Setibanya di area pembatas kedatangan, Asad Aras langsung menghampiri keluarga yang telah menunggu sejak awal kedatangan.
Suasana seketika berubah haru ketika ia memeluk dan menggendong putri tercintanya, disambut kecupan hangat serta bunga mawar merah dari keluarga.
Momen itu berlangsung emosional.
Asad Aras dan keluarga tampak tak kuasa menahan haru, dengan mata yang memerah dan menahan air mata.
Baca juga: Jarwo Naif Peluk Ronggo Flotilla di Soetta Usai Bebas dari Israel
Momen Haru di Tengah Terminal Padat
Di tengah keramaian penumpang internasional, momen pertemuan itu berlangsung singkat namun emosional.
Asad Aras beberapa kali memeluk anggota keluarga, sementara putrinya tetap berada dalam gendongannya saat menyapa kerabat yang hadir.
Mawar merah terlihat dibawa keluarga sebagai simbol penyambutan, sementara suasana terminal dipenuhi kerumunan yang mengabadikan momen kepulangan tersebut.
Kronologi Pencegatan di Laut Mediterania
Asad Aras Muhammad diketahui merupakan utusan lembaga kemanusiaan Spirit of Aqso.
Ia berada dalam kapal Kasri Sadabad yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza.
Namun, saat berada di perairan internasional Laut Mediterania, kapal tersebut diintersep oleh otoritas militer Israel.
Rombongan kemudian sempat ditahan sebelum akhirnya dibebaskan dan dipulangkan melalui proses diplomasi.
Delapan WNI Lain dalam Rombongan
Selain Asad Aras, delapan WNI lainnya turut dipulangkan dalam rombongan yang sama, yakni:
- Andi Angga Prasadewa
- Rahendro Herubowo
- Andre Prasetyo Nugroho
- Thoudy Badai Rifan Billah
- Bambang Noroyono
- Herman Budianto Sudarsono
- Ronggo Wirasanu
- Hendro Prasetyo
Rombongan tersebut terdiri dari jurnalis media nasional serta aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0.
Baca juga: Tangis Haru dan Pelukan Keluarga Sambut 9 WNI Relawan GSF Tiba di Tanah Air
Pengawalan Diplomasi Kementerian Luar Negeri
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, memastikan proses pemulangan dilakukan melalui mekanisme diplomasi bertahap untuk menjamin keselamatan seluruh WNI.
Rombongan sebelumnya diterbangkan ke Jakarta setelah transit di Istanbul, Turki.
“Para WNI dijadwalkan tiba hari Minggu sore. Kemlu akan terus memantau setiap perkembangan dan memastikan proses kepulangan berjalan lancar hingga para relawan tiba di tanah air,” kata Yvonne, Jumat (22/5/2026).
Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat sesuai arahan pimpinan kementerian.
“Sesuai arahan Menlu, kita terus kawal proses kepulangan para WNI relawan GSF hingga seluruhnya tiba kembali di tanah air dengan aman,” pungkasnya.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.