Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kirim Sapi Kurban ke Dapil, Bamsoet Tekankan Iduladha Momentum Perkuat Ketahanan Nasional

Bambang Soesatyo menegaskan peringatan Iduladha harus dimaknai sebagai momentum memperkuat ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in Kirim Sapi Kurban ke Dapil, Bamsoet Tekankan Iduladha Momentum Perkuat Ketahanan Nasional
Istimewa
KURBAN IDULADHA 2026 - Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), melaksanakan kurban Iduladha 1447 Hijriah dengan memotong tiga ekor sapi di DPD Partai Golkar Kebumen, DPD Partai Golkar Banjarnegara dan DPD Partai Golkar Purbalingga Jawa Tengah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), melaksanakan kurban Iduladha 1447 Hijriah dengan memotong tiga ekor sapi di DPD Partai Golkar Kebumen, DPD Partai Golkar Banjarnegara dan DPD Partai Golkar Purbalingga Jawa Tengah.

Bamsoet menegaskan peringatan Iduladha harus dimaknai sebagai momentum memperkuat ketahanan nasional di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan ketidakpastian global.

Ketika dunia menghadapi ketidakpastian ekonomi, konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, serta menurunnya kohesi sosial, nilai pengorbanan dan semangat berbagi yang terkandung dalam Iduladha harus menjadi fondasi penting agar bangsa tetap kuat dan masyarakat tetap terhubung satu sama lain. 

“Iduladha mengajarkan bahwa pengorbanan dan kepedulian sosial adalah fondasi ketahanan bangsa. Negara yang kuat lahir dari masyarakat yang tidak membiarkan sesamanya berjalan sendiri ketika menghadapi tekanan ekonomi maupun perubahan global. Semangat berbagi melalui kurban merupakan bentuk nyata bagaimana nilai agama memperkuat persatuan nasional,” ujar Bamsoet di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menuturkan, ancaman terhadap bangsa Indonesia telah mengalami perubahan bentuk. Jika dahulu ancaman identik dengan agresi militer, saat ini tantangan justru muncul melalui pelemahan daya beli, meningkatnya ketimpangan, tekanan ekonomi rumah tangga, fragmentasi sosial, hingga menurunnya tingkat kepercayaan antar masyarakat. 

Laporan terbaru Global Report on Food Crises 2026 mencatat sebanyak 266 juta orang di 47 negara mengalami kerawanan pangan akut sepanjang tahun 2025, atau lebih dari dua kali lipat dibanding satu dekade sebelumnya.

Baca juga: Uji Sidang Terbuka di Universitas Borobudur, Bamsoet Bahas Regulasi Transportasi Online

Lebih dari 80 persen kasus terjadi di wilayah yang mengalami krisis berkepanjangan, dengan konflik, tekanan ekonomi, dan gangguan iklim sebagai pemicu utama. Dalam kondisi tersebut, semangat kurban menjadi relevan karena menghadirkan mekanisme distribusi sosial yang berjalan secara sukarela dan berakar pada kesadaran moral.

Rekomendasi Untuk Anda

“Dunia hari ini sesungguhnya tidak sedang kekurangan sumber daya. Dunia sedang diuji oleh kemampuan manusia menjaga solidaritas. Ketika kepedulian melemah dan semua orang hanya memikirkan dirinya sendiri, maka stabilitas sosial akan ikut melemah,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menegaskan, Indonesia memiliki modal sosial yang relatif kuat dibanding banyak negara lain melalui budaya gotong royong, zakat, sedekah, serta tradisi kurban yang telah mengakar. Tradisi tersebut memiliki dampak besar karena menyentuh aspek spiritual, sosial, sekaligus ekonomi. Bagi sebagian keluarga, distribusi daging kurban menjadi salah satu akses penting terhadap konsumsi protein. Di sisi lain, momentum Iduladha juga menggerakkan peternak lokal, pelaku distribusi, hingga ekonomi kerakyatan.

"Pesan terbesar Iduladha di era moden saat ini adalah keberanian untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Pengorbanan dapat hadir dalam bentuk menahan konsumsi berlebihan, memperkuat ekonomi nasional, membantu kelompok rentan, menjaga persatuan, serta memperbesar ruang kepedulian sosial," pungkas Bamsoet. (*)

Baca juga: Catatan Politik Bamsoet: Fiskal 2027 untuk Pulihkan Kinerja Ekonomi Nasional

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas