Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Subsidi Motor Listrik Rp500 Miliar Dikritik, Angkutan Umum Dinilai Lebih Mendesak

Kebijakan subsidi motor listrik dipersoalkan karena dianggap lebih menguntungkan kendaraan pribadi dibanding transportasi publik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Subsidi Motor Listrik Rp500 Miliar Dikritik, Angkutan Umum Dinilai Lebih Mendesak
Tribunnews
TRANSJABODETABEK PIK 2 - Melalui perluasan jaringan Transjabodetabek, Pemprov DKI berupaya menghadirkan sistem transportasi publik yang terintegrasi, efisien, dan berkeadilan bagi seluruh warga Jabodetabek, dari wilayah utara hingga selatan. 

Mengutip pemberitaan pada 2024 lalu, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengungkapkan, Pemerintah Indonesia mentargetkan 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit kendaraan listrik roda dua di jalan pada tahun 2030 mengaspal di jalan raya.

Untuk itu, Kemeterian ESDM terus mempercepat pembangunan infrastruktur pendukungnya sehingga terbetuk ekosistem kendaraan Listrik.

Indonesia menyiapkan dana USD455 juta untuk mensubsidi penjualan sepeda motor listrik.

Subsidi tersebut mencakup penjualan 800 ribu sepeda motor listrik baru dan konversi 200 ribu sepeda motor bermesin pembakaran per Mei 2024. 

Lebih lanjut Dadan mengatakan, untuk mendukung terbentuk ekositem kendaraan listrik, Pemerintah terus memperbanyak pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU) yang diperkirakan pada tahun 2030 mendatang membutuhkan 32.000 unit SPKLU untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.

(*)

Rekomendasi Untuk Anda
Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas