Cara Menyimpan Daging Kurban agar Tetap Segar dan Tidak Cepat Rusak
Idul Adha 1447 H tiba, simak cara menyimpan daging kurban yang benar agar tetap segar, higienis, dan tahan lama.
Penulis:
Widya Lisfianti
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Daging kurban sebaiknya disimpan dalam porsi kecil dan wadah tertutup rapat.
- Freezer dengan suhu di bawah -10 derajat Celsius membuat daging lebih tahan lama.
- Daging yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali karena berisiko rusak.
TRIBUNNEWS.COM - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada hari ini, Rabu, 27 Mei 2026, identik dengan penyembelihan hewan kurban dan pembagian daging kepada masyarakat.
Setelah menerima daging kurban, banyak orang langsung menyimpannya di rumah agar bisa diolah dalam beberapa hari ke depan.
Namun, cara penyimpanan yang kurang tepat bisa membuat daging cepat rusak, berbau, hingga kehilangan kualitasnya.
Karena itu, penting mengetahui cara menyimpan daging kurban dengan benar agar tetap higienis dan aman dikonsumsi.
Berdasarkan informasi dari BAZNAS dan Dinas Kesehatan Boyolali, ada beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan saat menyimpan daging kurban, yakni:
1. Sebelum memegang daging, masyarakat dianjurkan mencuci tangan menggunakan sabun hingga bersih.
Kebersihan tangan penting untuk mencegah kontaminasi bakteri pada daging.
2. Dinas Kesehatan Boyolali juga mengingatkan agar daging yang baru diterima tidak langsung dicuci.
Hal ini dilakukan agar kadar air pada daging tidak meningkat karena dapat mempercepat pertumbuhan bakteri.
3. Daging sebaiknya dipotong menjadi beberapa porsi kecil sesuai kebutuhan memasak.
Cara ini memudahkan proses penyimpanan dan mempercepat pembekuan di freezer.
Baca juga: Usai Salat Iduladha, Warga Antusias Melihat Sapi Kurban Prabowo dan Gibran
4. Selain itu, gunakan pisau yang bersih dan tajam saat memotong daging agar teksturnya tetap baik.
5. Setelah dipotong, simpan daging dalam wadah plastik transparan yang tertutup rapat atau plastik food grade, bukan kantong kresek biasa.
6. Disarankan agar daging dipisahkan berdasarkan jenis atau bagian tubuh hewan.
Misalnya, bagian untuk sate, sup, atau gulai disimpan terpisah supaya lebih praktis saat akan diolah.
Untuk penyimpanan jangka pendek, daging bisa diletakkan di bagian kulkas biasa dengan suhu 0 hingga 4 derajat Celsius dan bertahan sekitar 1–2 hari.
Sementara untuk penyimpanan lebih lama, daging sebaiknya disimpan di freezer. Menurut Dinas Kesehatan Boyolali:
Suhu freezer -5 hingga 0 derajat Celsius: daging bertahan kurang dari 3 hari
Suhu freezer -10 hingga -5 derajat Celsius: daging bertahan kurang dari 1 minggu
Suhu di bawah -10 derajat Celsius: daging dapat bertahan lebih dari 1 minggu
BAZNAS juga menjelaskan bahwa freezer dengan suhu sekitar -18 derajat Celsius bahkan dapat membuat daging bertahan hingga 6 bulan.
Saat ingin menggunakan daging beku, pindahkan terlebih dahulu ke bagian bawah kulkas agar proses pencairan berlangsung perlahan.
Daging yang sudah mencair tidak disarankan untuk dimasukkan kembali ke freezer karena kualitasnya bisa menurun dan berisiko terkontaminasi bakteri.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak terlalu sering membuka pintu freezer agar suhu tetap stabil.
Juga disarankan penggunaan metode vakum atau kemasan khusus untuk menjaga kualitas daging lebih lama.
Jika tidak memiliki alat vakum, plastik zipper food grade juga bisa menjadi alternatif.
Menuliskan tanggal penyimpanan pada kemasan juga penting agar masyarakat mengetahui batas aman konsumsi daging.
Dengan penyimpanan yang tepat, daging kurban dapat tetap segar, tahan lama, dan kualitasnya tetap terjaga hingga saat diolah nanti.
(Tribunnews.com/Widya)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.