Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemnaker dan BPJS Perkuat Budaya K3 Tekan Angka Kecelakaan Kerja

Saiful menilai penerapan K3 dan perhatian terhadap kesehatan mental merupakan bagian penting dalam membangun kualitas SDM.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Erik S
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kemnaker dan BPJS Perkuat Budaya K3 Tekan Angka Kecelakaan Kerja
Tribunnews.com/HO
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui "Preventif dan Promotif K3 untuk Meningkatkan Produktivitas Pekerja" yang digelar di Plaza BPJamsostek. 

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga akan bekerja sama dengan Jasa Raharja untuk menggelar pelatihan safety riding yang direncanakan menggandeng Astra Honda Motor sebagai mitra.

Saiful menegaskan seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan guna mewujudkan pekerja Indonesia yang lebih sejahtera dan produktif.

Adapun, berdasarkan data jumlah peserta yang mengalami kecelakaan kerja pada 2025, sebanyak 65 persen atau sekitar 125 ribu pekerja mengalami kecelakaan kerja di lingkungan kerja.

Untuk itu, melalui kegiatan ini BPJS Ketenagakerjaan berharap seluruh peserta mampu memahami pendekatan preventif, promotif, dan kuratif dalam implementasi K3.

"Sekaligus memperkuat kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental dan kesejahteraan pekerja sebagai fondasi produktivitas nasional," pungkasnya.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menambahkan, tingkat kecelakaan kerja yang masih cukup tinggi menjadi pengingat bahwa budaya K3 harus terus diperkuat di setiap lingkungan kerja.

Menurut Deny, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah DKI Jakarta mendukung penuh berbagai langkah promotif dan preventif yang dilakukan perusahaan guna menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, dan produktif.

Rekomendasi Untuk Anda

"Selain aspek keselamatan kerja, perhatian terhadap kesehatan mental pekerja juga menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga produktivitas dan keberlanjutan dunia kerja," ujar Deny.

Ia berharap perusahaan semakin aktif membangun lingkungan kerja yang mendukung psychological safety, sehingga pekerja dapat bekerja dengan aman, nyaman, dan lebih produktif.

Untuk diketahui, program ini diikuti jajaran pimpinan BPJS Ketenagakerjaan, direktur utama anak perusahaan, hingga seluruh kepala kantor cabang di Indonesia secara hybrid.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai implementasi K3, pengelolaan risiko psikososial, serta penguatan budaya kerja yang mendukung psychological safety.

Angka kecelakaan kerja tinggi

Terpisah, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Ceger, Armada Kaban, mengatakan penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perlu menjadi perhatian bersama seluruh perusahaan di tengah tingginya angka kecelakaan kerja yang masih terjadi di Indonesia.

Menurutnya, implementasi program preventif dan promotif menjadi langkah penting untuk menekan risiko kecelakaan kerja sekaligus menjaga produktivitas pekerja secara berkelanjutan.

Ia menilai perusahaan tidak cukup hanya berfokus pada penanganan setelah kecelakaan terjadi, tetapi juga harus membangun sistem pencegahan yang kuat sejak awal.

“Budaya K3 harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari di setiap perusahaan. Upaya pencegahan yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar terhadap keselamatan pekerja sekaligus keberlangsungan usaha,” ujar Kaban.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas