Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ray Rangkuti: Rp100 M untuk Sapi Kurban Prabowo Habiskan 70 Persen Jatah DOP dan Banmaspres Setahun

Direktur Eksekutif Lima Indonesia, Ray Rangkuti menilai penggunaan Rp100 m dana DOP dan Banmaspres untuk membeli 1.098 sapi kurban berlebihan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Ray Rangkuti: Rp100 M untuk Sapi Kurban Prabowo Habiskan 70 Persen Jatah DOP dan Banmaspres Setahun
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
SAPI KURBAN - Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, saat jadi pembicara dalam sebuah diskusi di daerah Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026). Ray menyebut penggunaan Dana Operasional Presiden (DOP) dan Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmaspres) sebesar Rp 100 miliar untuk membeli sapi kurban adalah langkah yang kurang strategis dan cenderung berlebihan. 

Ringkasan Berita:
  • Ray Rangkuti menilai penggunaan Rp100 miliar dana DOP dan Banmaspres untuk membeli 1.098 sapi kurban Presiden terlalu berlebihan dan kurang strategis.
  • Ray mengingatkan dana operasional presiden idealnya disiapkan untuk kebutuhan darurat, sementara saat ini anggaran sudah banyak terserap padahal tahun anggaran masih panjang.
  • Pemerintah sebelumnya menyalurkan 1.098 sapi kurban bantuan Prabowo Subianto ke seluruh daerah dengan bobot sapi mencapai 800 kilogram hingga 1,3 ton.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti, menilai penggunaan Dana Operasional Presiden (DOP) dan Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmaspres) sebesar Rp 100 miliar untuk membeli sapi kurban adalah langkah yang kurang strategis dan cenderung berlebihan.

Menurut Ray, alokasi dana tersebut telah menghabiskan lebih dari 70 persen total pagu DOP dan Banmaspres dalam setahun, yang umumnya hanya berkisar di angka Rp 100 miliar hingga Rp 160 miliar.

"Dengan mengeluarkan dana Rp 100 miliar untuk sapi kurban tok, rasanya kurang strategis, bahkan cenderung berlebihan," kata Ray saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (29/5/2026).

Ray menyoroti masalah waktu penggunaan anggaran tersebut.

 Saat ini, kata dia, baru memasuki bulan keenam atau pertengahan tahun.

Artinya, sebagian besar dana operasional sudah terkuras, sementara sisa waktu menuju akhir tahun masih sangat panjang.

Rekomendasi Untuk Anda

Padahal, ia menegaskan bahwa dana DOP dan Banmaspres idealnya disiapkan pemerintah untuk keperluan darurat dan mendesak yang belum teralokasi dalam Undang-Undang APBN.

Ia pun menyinggung kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini memang sedang mengalami tren penurunan. 

Namun, menurut kacamata Ray, kegiatan ibadah kurban di masyarakat masih cukup terjaga.

"Ada penurunan jumlah kurban, tetapi secara umum belum pada tahap yang mencemaskan," ujar Ray.

Ray mengingatkan, jika situasi ekonomi belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan, salah satu bantalan pertahanan masyarakat adalah Bantuan Presiden.

Namun, dengan dana yang sudah menyusut drastis hanya untuk pengadaan sapi kurban, daya jangkau Banpres untuk masyarakat luas otomatis akan berkurang.

"Padahal, dalam situasi seperti inilah, Banpres itu lumayan membantu perekonomian masyarakat," tutur Ray. 

Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan hewan kurban pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026. 

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan jumlah sapi yang diserahkan pada Idul Adha kali ini yakni sebanyak 1.098 ekor sapi.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas