Eks Wamenlu Kritik Prabowo Gemar ke Luar Negeri, Istana: Banyak Aspek yang Dibahas di Sana
Qodari menyatakan, kunjungan kerja Prabowo yang belakangan ini cukup intens ke luar negeri diyakini memiliki azas manfaat untuk bangsa.
Penulis:
Rizki Sandi Saputra
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Istana merespons kritik Dino Patti Djalal soal tingginya intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo dengan menegaskan setiap lawatan berlandaskan asas manfaat bagi bangsa.
- Menurut Qodari, kunjungan ke Prancis membahas berbagai kerja sama strategis, mulai dari alutsista hingga logam tanah jarang.
- Dino sebelumnya menyarankan Prabowo mengurangi perjalanan luar negeri dan lebih memanfaatkan diplomasi virtual untuk efisiensi anggaran.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Istana melalui Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, M. Qodari merespons tanggapan dari eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal soal intensitas aktivitas Presiden RI Prabowo Subianto ke luar negeri.
Terbaru, Prabowo melakukan perjalanan ke Prancis yang dalam kegiatan tersebut disebut bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Menyikapi hal itu, Qodari turut mengucap terimakasih atas segala masukan dan saran dari setiap pihak terhadap kinerja pemerintahan saat ini.
Baca juga: Prabowo dan Macron Perkuat Kerja Sama, CEO Danantara Klaim Kepercayaan Dunia Usaha Meningkat
"Yang pertama kita terimakasih atas masukan dan saran ya, apalagi memang kalau relevan," kata Qodari saat ditemui awak media usai jumpa pers di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Kedua, Qodari menyatakan, kunjungan kerja Prabowo yang belakangan ini cukup intens ke luar negeri diyakini memiliki azas manfaat untuk bangsa.
Terlebih, perjalanan Prabowo ke Prancis memang sudah dijadwalkan jauh-jauh hari sebagai kunjungan balasan Presiden Prancis Macron ke Indonesia tahun lalu.
"Pasti azas manfaat menjadi suatu yang utama bagi Presiden dalam mengambil langkah-langkah, termasuk soal ke luar negeri. Manfaat itu dalam pengertian untuk bangsa dan negara," kata dia.
Tak cukup di situ, Qodari juga meyakini kalau kunjungan Prabowo ke Prancis turut membahas beragam kemungkinan dan penguatan kerjasama antara ke dua negara.
"Dan ada banyak aspek yang, ada banyak aspek kerjasama yang dibahas di sana. Mulai dari alutsista sampai ke logam (tanah) jarang," kata dia.
Qodari juga menyatakan, sosok Prabowo sebagai Presiden RI saat ini cukup dikenal dan memiliki kedekatan dengan beberapa pemimpin negara di dunia.
Hal itu yang akhirnya menurut Qodari, menjadikan aktivitas Prabowo lebih intens ke luar negeri belakangan ini.
"Itu merupakan salah satu kelebihan dari Pak Prabowo yang patut kita syukuri. Karena ketika kita memerlukan dukungan dalam hal-hal yang sifatnya krusial, hal tersebut bisa kita dapatkan," kata dia.
"Sementara negara lain kan belum tentu bisa mendapatkan itu. Saya kira itu sih," sambung Qodari.
Saat disinggung soal adanya sorotan pemborosan anggaran dari intensnya kunjungan Prabowo ke luar negeri, Qodari menanggapinya secara santai.