Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hari Lahir Pancasila, Anwar Abbas Soroti Pudarnya Nilai Ketuhanan dalam Kepemimpinan Nasional

Anwar Abbas, menyoroti memudarnya nilai-nilai Ketuhanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada peringatan Hari Lahir Pancasila.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hari Lahir Pancasila, Anwar Abbas Soroti Pudarnya Nilai Ketuhanan dalam Kepemimpinan Nasional
Tribunnews.com/ Rahmat W Nugraha
HARI PANCASILA - Potret Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas. Ia menyoroti memudarnya nilai-nilai Ketuhanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada peringatan Hari Lahir Pancasila. 
Ringkasan Berita:
  • Sila Ketuhanan Yang Maha Esa seharusnya menjadi landasan moral rakyat dan para pemimpin
  • Hawa nafsu dan kepentingan diri serta kelompok lebih mendominasi saat ini
  • Insan Pancasilais dituntut untuk menentang segala bentuk kedustaan dan kezaliman serta berusaha untuk memperbaiki segala kesalahan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, menyoroti memudarnya nilai-nilai Ketuhanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, seharusnya menjadi landasan moral rakyat dan para pemimpin.

"Sila pertama dalam Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila pertama ini kata Bung Hatta harus menjadi dasar yang memimpin cita-cita kenegaraan kita untuk menyelenggarakan segala yang baik bagi rakyat dan masyarakat kita," kata Anwar Abbas dalam keterangannya.

Mengutip pemikiran Bung Hatta, Anwar Abbas mengatakan pengakuan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa akan bermasalah apabila tidak dipraktikkan.

"Pengakuan kita terhadap sila pertama tersebut juga akan mewajibkan kita untuk membela kebenaran dan keadilan serta berbuat baik dan memiliki sifat jujur dan suci serta mencintai keindahan,"kata Anwar Abbas.

Baca juga: Prabowo Berbincang Akrab dengan JK Setelah Upacara Hari Lahir Pancasila

Ini artinya, kata dia, kalau ingin menjadikan diri menjadi insan Pancasilais maka dituntut untuk menentang segala bentuk kedustaan dan kezaliman serta berusaha untuk memperbaiki segala kesalahan.

Selain itu, harus mau membasmi segala bentuk kecurangan dan perbuatan kotor lainnya serta meniadakan segala hal yang buruk.

Rekomendasi Untuk Anda

"Untuk itu kata Bung Hatta kita harus mau menerima bimbingan dari Zat Yang Maha sesempurna-sempurnanya. Jika itu dapat kita lakukan maka dia akan bisa membentuk dan melahirkan diri kita menjadi manusia-manusia Indonesia yang memiliki karakter yang baik yang mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi," ucapnya.

Baca juga: Prabowo: Saat Dunia Pecah Karena Pertikaian, Indonesia Punya Pegangan Kokoh Bernama Pancasila

Namun, saat ini pegangan tersebut sudah menghilang atau memudar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut dikarenakan para pemimpinnya tidak lagi menjadikan ajaran dari agama atau Tuhannya sebagai pedoman.

Kata dia, hawa nafsu dan kepentingan diri serta kelompok lebih mendominasi saat ini.

"Sehingga terjadilah berbagai praktik tidak terpuji yang tidak kita harapkan seperti merajalela praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), politik uang, egoisme golongan, tunduk kepada kepentingan pemilik modal bukan kepada kebenaran dan keadilan, kurangnya transparansi dan akuntabilitas serta hal-hal yang tidak terpuji dan terlarang lainnya," tegasnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas