Emrus Kritik Gaya Komunikasi Teddy saat Menanggapi Dino Patti Djalal
Emrus menilai pernyataan Teddy kepada Dino Patti Djalal bernuansa sarkastis dan tidak tepat disampaikan pejabat pemerintah.
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Garudea Prabawati
"Kalau pengamat atau kritikus berbeda. Mereka tidak punya kuasa dan tidak memiliki data selengkap pemerintah. Karena itu pemerintah harus menjelaskan secara rigid, bukan menyindir," kata Emrus.
Bukan Tugas Seskab
Selain mengkritik substansi pernyataan Teddy, Emrus juga menyoroti posisi Seskab yang menurutnya tidak semestinya menjadi pihak yang memberikan respons terhadap kritik publik.
Ia berpandangan bahwa fungsi komunikasi politik pemerintah, termasuk menjelaskan program dan meng-counter kritik, merupakan kewenangan Badan Komunikasi Presiden (Bakom) atau juru bicara resmi pemerintah.
"Kalau dari sudut komunikasi politik, seharusnya Bung Teddy tidak memberi respons itu. Yang merespons itu Bakom, juru bicara Presiden," ujarnya.
Menurut Emrus, sekretaris kabinet memiliki tugas utama pada aspek koordinasi dan urusan teknis pemerintahan sehingga tidak perlu mengambil alih fungsi komunikasi publik yang telah memiliki institusi tersendiri.
"Kalau menyampaikan program kebijakan maupun meng-counter isu, itu tugas Bakom. Setiap menteri, termasuk Seskab, seharusnya menyampaikan bidang tugasnya secara teknis," katanya.
Karena itu, Emrus menilai polemik yang muncul justru menjadi pengingat pentingnya pembagian peran yang jelas dalam komunikasi pemerintahan agar pesan yang disampaikan kepada publik tetap fokus pada substansi kebijakan, bukan berkembang menjadi perdebatan personal antara pejabat dan pengkritik.
Tanggapan Teddy ke Dino
Teddy Indra Wijaya memberikan tanggapan langsung terhadap kritik yang disampaikan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengenai frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Dalam keterangannya yang diunggah pada laman YouTube Sekretariat Kabinet RI, Senin (1/6/2026), Teddy mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh diplomat senior itu
Tetapi, Teddy menilai ada beberapa fakta di lapangan yang perlu diluruskan agar tidak memicu salah paham di masyarakat terkait efisiensi anggaran negara dan dinamika hubungan internasional.
"Terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi wakil menteri luar negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan," ujar Teddy.
Poin utama yang diluruskan Teddy perihal pembiayaan dinas luar negeri presiden.
Baca juga: Teddy Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal soal Lawatan Luar Negeri Prabowo, Singgung Biaya Pribadi
Menjawab kekhawatiran publik mengenai beban anggaran, Teddy menegaskan Presiden Prabowo berkomitmen penuh menggunakan dana pribadi jika terdapat pengeluaran yang melebihi pagu anggaran negara.
"Jadi yang pertama masalah biaya bila ke luar negeri ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," kata Teddy.
Selain masalah biaya, Teddy juga menepis anggapan kunjungan kerja ke luar negeri pada era pemerintahan saat ini membawa rombongan yang terlalu besar dan tidak efisien.