Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

7 Kontroversi Dadan Hindayana selama Jabat Kepala BGN, Kini Dicopot Prabowo

Kepala BGN, Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Nanik Sudaryati Deyang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in 7 Kontroversi Dadan Hindayana selama Jabat Kepala BGN, Kini Dicopot Prabowo
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
PENGUATAN PROGRAM MBG - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Kepala BGN, Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Nanik Sudaryati Deyang. 
Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto resmi merombak pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala BGN, Dadan Hindayana dicopot dari posisinya dan digantikan oleh wakilnya, Nanik Sudaryati Deyang.

Tak hanya Dadan, dua wakilnya juga dicopot dari jabatan mereka.

Perombakan ini dilakukan setelah dilakukan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama hampir satu setengah tahun pemerintahan berjalan.

Keputusan itu diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.

"Maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.

Pergantian ini terjadi di tengah berbagai sorotan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto.

Rekomendasi Untuk Anda

Berikut sederet kontroversi Dadan Hindayana selama menjabat Kepala BGN:

1. Pernyataan tentang Konsumsi Susu 2 Liter per hari

Saat menjabat sebagai Kepala BGN, Dadan sempat mengatakan, minum susu 2 liter setiap hari membuat kedua anaknya tumbuh tinggi.

Dadan menyebut, dua anak laki-lakinya memiliki tinggi badan 181 sentimeter (cm) dan 185 cm.

Hal itu karena mereka rutin minum susu 2 liter setiap hari sejak kecil hingga kelas 2 SMA.

Baca juga: Prabowo Angkat Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN Gantikan Dadan, Dasco: Pilihan Tepat

“Jadi tinggi badan bukan cuma masalah genetik, tapi juga asupan gizi yang cukup dan seimbang,” kata Dadan saat peluncuran pembangunan 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pondok Pesantren Syaichona Muhammad Cholil, Bangkalan, Senin (26/5/2025), dilansir Kompas.com.

Pernyataan Dadan itu kemudian menuai kontroversi.

Dokter ternama, Tan Shot  Yen menyatakan, klaim Dadan tersebut tak berdasar.

“Cuma satu komentar saya: S-E-S-A-T!!!!!” kata Tan dalam unggahan Instagram Story pada Selasa (27/5/2025) di atas video Dadan.

2. Serangga sebagai Sumber Protein

Pernyataan Dadan yang menyebut serangga yang memiliki gizi tinggi dan biasa dikonsumsi masyarakat lokal seperti ulat sagu bisa dimasukkan dalam komposisi menu MBG, juga menuai sorotan.

Menurut Dadan, serangga itu bisa menjadi menu MBG, khusus untuk daerah.

Dadan mengatakan, BGN tidak menetapkan standar menu nasional dalam program MBG, yang ada hanya penetapan standar komposisi gizi.

Sehingga setiap menu bisa berbeda di berbagai daerah bergantung dari potensi sumber daya lokal dan kesukaan anak-anak lokal di daerah tersebut.

"Itu salah satu contoh ya, kalau ada daerah-daerah tertentu yang terbiasa makan seperti itu, itu bisa menjadi menu di situ."

"Badan gizi ini tidak menetapkan standar menu nasional, tetapi menetapkan standar komposisi gizi," kata Dadan ditemui usai hadiri Rapimnas Perempuan Indonesia Raya (PIRA) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (25/1/2025).

Ia menyatakan, peluang memasukkan menu lokal seperti serangga berkaitan erat dengan komposisi protein di berbagai daerah yang bergantung pada potensi sumber daya lokal serta kesukaan masyarakat.

Ia meminta contoh tersebut tidak disalah artikan.

"Nah, isi protein di berbagai daerah itu sangat tergantung potensi sumber daya lokal dan kesukaan lokal. Jangan diartikan lain ya," katanya. 

3. Pernyataan tentang Gizi Pemain Sepak Bola Indonesia

Kontroversi lain, Dadan pernah menyebut, ada keterkaitan antara kualitas gizi pemain sepak bola Indonesia dengan performa pemain.

“Jangan heran kalau PSSI sulit menang karena main 90 menit berat. Kenapa? Karena gizinya tidak bagus dan banyak pemain bola lahir dari kampung,” ujarnya, di Pendopo Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Minggu (23/3/2025), dilansir Kompas.com.

Pernyataan itu mendapat respons dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani.

Lalu menyayangkan pernyataan Dadan yang menyebut kekalahan Timnas Indonesia disebabkan oleh gizi para pemainnya yang tidak bagus.

"Kepala BGN jangan terlalu lebay menyangkutpautkan PSSI dengan makanan bergizi. Apalagi menyampaikan statement bahwa pemain Indonesia kurang makan bergizi,” ujar Lalu dalam keterangan tertulisnya.

4. Kasus Keracunan MBG

Sejumlah kejadian keracunan makanan yang dikaitkan dengan pelaksanaan MBG menimbulkan sorotan terhadap BGN.

Selain masalah teknis di lapangan, muncul polemik mengenai pernyataan Dadan terkait statistik kejadian tersebut.

Dadan pernah menyebut, kasus keracunan MBG hanya menimpa sebagian kecil siswa sekolah.

Pernyataan itu dianggap menciderai kekhawatiran para orang tua yang mencemaskan kualitas makanan program tersebut.

Koalisi Kawal Pendidikan Jakarta menilai, Dadan tidak sensitive terhadap persoalan kualitas makanan dalam program MBG.

“Cerita soal keracunan dibecandakan dengan bilang, ‘itu kan cuma sebagian kecil anak-anak yang keracunan’."

"Itu pernyataan yang sangat luar biasa bodoh dan tidak bertanggung jawab,” kata anggota Koalisi, Irwan Aldrin, dalam sebuah diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (29/4/2025).

Menurutnya, tak seharusnya penderitaan anak-anak direduksi menjadi angka statistik.

5. Pengadaan Motor Operasional MBG

Video yang menampilkan sejumlah sepeda motor berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) sempat viral di media sosial dan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.

Menanggapi hal itu, Dadan mengatakan, pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang lalu dan ditujukan untuk mendukung operasional Program MBG.

Khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan di Jakarta, Selasa (7/4/2026), dilansir bgn.go.id.

Dadan menjelaskan, pada akhir 2025, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM) sehingga anggarannya masuk dalam RPATA atau Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran.

Mekanisme ini sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 84 Tahun 2025, di mana pembayaran dilakukan dalam dua tahap.

Termin 1 atas terselesaikannya 60 persen unit dan termin 2 untuk penyelesaian hingga 100 persen unit.

Hingga akhir masa pemberian kesempatan pada 20 Maret 2026, penyedia hanya sanggup menyelesaikan 85,01 persen atau sebanyak 21.801 unit dari 25.644 unit yang dikontrakkan.

“Sisa dana yang telah ditampung dikembalikan ke kas negara dengan penihilan RPATA bersamaan dengan pembayaran tahap 2,” ujarnya.

Baca juga: Alasan Prabowo Copot Dadan Hindayana dan 2 Pimpinan BGN, Termasuk Masalah Kedisiplinan SOP

6. Main Golf saat Terjadi Bencana

Sempat viral di media sosial, video Dadan bermain golf ketika sejumlah wilayah di Sumatra sedang dilanda banjir dan longsor.

Aktivitas tersebut dianggap sebagian publik menunjukkan kurangnya empati.

Dadan pun membuat klarifikasi terkait video tersebut.

Ia mengatakan, acara golf alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) yang viral itu bertujuan untuk menggalang dana korban bencana.

Dadan menyebut, penggalangan dana itu berhasil mengumpulkan donasi ratusan juta rupiah, sebagian untuk korban banjir di Aceh.

“Rp 450 juta (total donasi),” kata Dadan kepada Kompas.com, Kamis (18/12/2025).

Jumlah Rp 450 juta donasi itu terdiri dari Rp 250 juta yang akan dialokasikan untuk beasiswa dan Rp 200 juta untuk bantuan korban banjir di Aceh. 

“Rp 200 juta dalam proses koordinasi dengan PIC (person in charge) di Aceh,” kata ahli serangga dari IPB ini.

Adapun untuk Rp 250 juta yang dialokasikan untuk beasiswa, kata Dadan, telah diserahkan ke Yayasan Arga Citra yang tiap tahun rutih memberi beasiswa kepada 23 mahasiswa baru yang tidak mampu. 

Pihak penyumbang berasal dari banyak orang.

7. Pegawai SPPG Jadi ASN

Hal lain yang tak kalah kontroversial saat Dadan menjabat Kepala BGN adalah pengangkatan SPPG menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dadan menyebut, pegawai SPPG yang dapat diangkat menjadi ASN PPPK yakni kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan.

"Hampir seluruh kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan yang sudah lama beroperasi nanti akan jadi ASN PPPK per tanggal 1 Februari," kata Dadan saat ditemui Kompas.com di Menara Kompas, Senin (19/1/2026).

Sementara untuk pegawai inti SPPG yang baru bergabung, akan menunggu giliran untuk diangkat menjadi ASN.

Alasan Perombakan Pimpinan BGN

Dadan Hindayana yang dilantik pada Agustus 2024, beserta dua wakilnya Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya kini dicopot dari jabatan mereka.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi mengatakan, keputusan pencopotan Kepala BGN sudah melalui proses monitoring dan evaluasi selama hampir satu setengah tahun terakhir.

Namun, memang ada sejumlah pertimbangan, termasuk soal kedisiplinan dalam menjalankan SOP (Standar Operasional Prosedur) tata kelola makanan.

"Tentunya selama 1 setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera untuk kita perbaiki."

"Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP."

"Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional," kata Mensesneg.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana/Suci Bangun DS/Danang Triatmojo, Kompas.com/Shintaloka Pradita Sicca/Muhammad Idris/Nicholas Ryan Aditya/Kiki Safitri/Firda Janati)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas