Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menpar Ungkap Wisatawan Timur Tengah Turun Tapi Pariwisata Indonesia Tetap Tumbuh Positif

Jumlah wisatawan asal Timur Tengah mengalami penurunan 20,65 persen periode Maret-April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
zoom-in Menpar Ungkap Wisatawan Timur Tengah Turun Tapi Pariwisata Indonesia Tetap Tumbuh Positif
Tribunnews.com
PARIWISATA INDONESIA - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana hadir dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Ia mengungkapkan jumlah wisatawan asal Timur Tengah mengalami penurunan signifikan sebesar 20,65 persen pada periode Maret-April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (Tribunnews.com/ Chaerul Umam) 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan jumlah wisatawan asal Timur Tengah mengalami penurunan signifikan sebesar 20,65 persen pada periode Maret-April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
  • Kondisi tersebut tidak terlepas dari terganggunya konektivitas penerbangan internasional yang melintasi kawasan Timur Tengah akibat meningkatnya ketegangan geopolitik
  • Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi VII DPR, pada Rabu (3/6/2026).

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 mulai berdampak terhadap arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. 

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan jumlah wisatawan asal Timur Tengah mengalami penurunan signifikan sebesar 20,65 persen pada periode Maret-April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Widiyanti, kondisi tersebut tidak terlepas dari terganggunya konektivitas penerbangan internasional yang melintasi kawasan Timur Tengah akibat meningkatnya ketegangan geopolitik

Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi VII DPR, pada Rabu (3/6/2026).

“Mulai 28 Februari 2026, situasi geopolitik dunia mulai memanas, terutama kondisi Timur Tengah. Hal ini tentunya menimbulkan banyak keraguan untuk sektor pariwisata,” kata Widiyanti, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Rekomendasi Untuk Anda

Widiyanti menjelaskan, dampak konflik tersebut terlihat jelas pada komposisi kunjungan wisatawan asing ke Indonesia selama dua bulan setelah situasi memanas.

“Pada dua bulan yang terdampak penutupan penerbangan tersebut, kita melihat pertumbuhan komposisi kunjungan yang sangat signifikan. Kunjungan asal Timur Tengah menurun sebesar 20,65 persen, juga Eropa menurun sebesar 12,42 persen dibandingkan Maret-April tahun lalu,” ujarnya.

Baca juga: Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Korea Terus Menunjukkan Peningkatan

Penurunan itu, lanjut Widiyanti, berkaitan erat dengan banyaknya pembatalan penerbangan yang melewati kawasan Timur Tengah

Hingga 30 April 2026 tercatat 1.232 penerbangan dibatalkan, sehingga menyebabkan sekitar 127.376 potensi perjalanan tidak dapat terealisasi.

“Hal ini tidak mengherankan karena telah terjadi 1.232 pembatalan penerbangan via Timur Tengah yang terjadi sampai dengan 30 April 2026 yang berarti terdapat 127.376 potensi perjalanan tidak dapat terealisasi,” ujarnya.

Bahkan hingga 27 Mei 2026, jumlah penerbangan yang dibatalkan terus bertambah menjadi 1.444 penerbangan dengan potensi kehilangan perjalanan mencapai 160.052.

“Kalau melihat dampak sampai dengan 27 Mei 2026, total sebesar 1.444 penerbangan telah dibatalkan dengan 160.052 potensi perjalanan tidak terealisasi,” ucapnya.

Meski pasar Timur Tengah dan Eropa mengalami tekanan, Widiyanti menegaskan sektor pariwisata nasional secara keseluruhan tetap menunjukkan daya tahan yang kuat.

Kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari-April 2026 masih tumbuh 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas