Megawati Bakal Terima Penghargaan Tertinggi Timor Leste atas Peran Rekonsiliasi
Megawati dijadwalkan ke Dili Juli 2026 untuk menerima Grand Collar Order Timor-Leste atas jasanya membuka jalan rekonsiliasi.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Megawati terima Grand Collar Order Timor Leste atas peran rekonsiliasi.
- Agenda Juli 2026 termasuk bertemu Ramos-Horta, Xanana Gusmao, dan diaspora.
- Delegasi PDIP bahas teknis kunjungan serta penguatan kerja sama bilateral.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dijadwalkan berkunjung ke Dili, Timor Leste, pada Juli 2026.
Kunjungan kenegaraan ini dilakukan atas undangan Presiden Jose Ramos-Horta untuk menerima penghargaan kehormatan tertinggi, Grand Collar Order of Timor-Leste, sebuah penghargaan yang jarang diberikan dan menandai pengakuan diplomasi tingkat tinggi.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, tiba lebih dulu di Dili pada Rabu (3/6/2026) bersama delegasi partai untuk mematangkan teknis kunjungan.
“Ibu Megawati menerima penghargaan ini atas jasanya membuka peta jalan (roadmap) menuju rekonsiliasi antara Indonesia dan Timor Leste. Saat menjabat Presiden RI pada 20 Mei 2002, beliau menghadiri langsung peringatan hari kemerdekaan Timor Leste di Dili,” ujar Hasto Kristiyanto.
Selain menghadiri upacara penganugerahan, Megawati dijadwalkan bertemu Presiden Ramos-Horta, Perdana Menteri Xanana Gusmao, bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat Indonesia di Dili, serta mengunjungi situs bersejarah kedua negara.
Baca juga: Prabowo Gandeng Tangan Megawati Setelah Upacara Hari Lahir Pancasila
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan bilateral sebelumnya, termasuk saat Ramos-Horta berkunjung ke kediaman Megawati di Jakarta pada Maret 2026 dan pertemuan keduanya di forum internasional Zayed Award for Human Fraternity di Abu Dhabi, Februari silam.
Delegasi PDIP juga berdialog mengenai penguatan kerja sama bilateral di tingkat kepartaian dan hubungan kemasyarakatan di wilayah perbatasan yang bernilai ekonomi strategis.
Hasto menambahkan, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia aktif berkontribusi dalam kegiatan ekonomi di Timor Leste.