Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dulu Disayang Kini Dicopot, Ini Awal Kecurigaan Prabowo Pada Dugaan Penyelewengan Dadan Hindayana Cs

Presiden Prabowo sudah mengendus penyelewengan eks pejabat BGN yang dulunya disayang. Dadan Hindayana kini dicopot dan jadi tersangka korupsi.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Anita K Wardhani
zoom-in Dulu Disayang Kini Dicopot, Ini Awal Kecurigaan Prabowo Pada Dugaan Penyelewengan Dadan Hindayana Cs
Tribunnews.com/kolase/INSTAGRAM
KORUPSI BGN - Presiden Prabowo Subianto sudah mengendus penyelewengan eks pejabat BGN yang dulunya disayang. Dadan Hindayana kini dicopot dan jadi tersangka korupsi. 

 

Ringkasan Berita:
  • Berakhir sudah tugas Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana usai dicopot Presiden Prabowo Subianto.
  • Dadan Hindayana dan 2 wakilnya yakni Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya menggegerkan publik, tak lama usai dicopot ketiganya diseret Kejaksaan Agung (Kejagung).
  • Prabowo ternyata sudah mengendus penyelewengan eks pejabat BGN yang dulunya disayang.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabar pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan dua wakil yakni Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya menggegerkan, apalagi setelahnya diseret Kejaksaan Agung (Kejagung).

Dadan Hindayana bersama 2 wakil BGN resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi program MBG pada Rabu (3/6/2026). Keduanya ditunjukkan ke publik memakai rompi pink khas tahananan Kejagung. 

Baca juga: Nasib Dadan Hindayana Cs: Dicopot dari BGN, Tersangka dan Ditahan KPK hingga Presiden Prabowo Sedih


Presiden Prabowo Subianto membagikan proses pencopotan pejabat di BGN ini kepada publik. Penyelewengan yang dilakukan Dadan Hindayana Cs jadi pemicunya.

Padahal, ketiga orang ini dulu 'kesayangan' Presiden karena dianggap mampu menjalankan tugas untuk negara mengatur program MBG. 


Pejabat yang 'Disayang' Bikin Sedih Prabowo 

Secara terang-terangan Prabowo Subianto mengaku sedih atas keputusan mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta 2 Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. 

Rekomendasi Untuk Anda


Prabowo saat memberikan pidato terkait program pemenuhan gizi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026) mengatakan ketiganya adalah pejabat kepercayaan yang disayanginya. 

DADAN HINDAYANA - Balada drama Dadan Hindayana dalam hitungan hari, pulang haji, dicopot dari Kepala BGN, tersangka dan ditahan KPK hingga Prabowo sedih. Eks petinggi Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, digiring keluar Kejagung mengenakan rompi tahanan pada Rabu (3/6/2026). Presiden RI Prabowo Subianto bersama Dadan Hindayana saat mengunjungi siswa korban korban kecelakaan mobil pengangkut makanan MBG di RS Koja, Jakarta Utara, Selasa (16/12/2025)
DADAN HINDAYANA - Balada drama Dadan Hindayana dalam hitungan hari, pulang haji, dicopot dari Kepala BGN, tersangka dan ditahan KPK hingga Prabowo sedih. Eks petinggi Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, digiring keluar Kejagung mengenakan rompi tahanan pada Rabu (3/6/2026). Presiden RI Prabowo Subianto bersama Dadan Hindayana saat mengunjungi siswa korban korban kecelakaan mobil pengangkut makanan MBG di RS Koja, Jakarta Utara, Selasa (16/12/2025) (Tribunnews.com/Kompas.com/Tim Media Prabowo Subianto/Tribunnews.com/Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV)

Prabowo mengatakan dirinya sedih harus mencopot pimpinan BGN. Apalagi orang orang tersebut sangat ia percayai dan sayangi. 


“Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat,” katanya.


Menurut Prabowo para pejabat yang diganti tersebut merupakan figur-figur yang sebelumnya sangat ia andalkan dalam menjalankan program strategis.


Karena itulah, langkah mencopot Dadan Hindayana Cs diakui Prabowo sebagai keputusan yang sangat berat.


"Orang yang saya percaya. Orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat," ujarnya.


Namun, hal itu terpaksa diambil demi menjaga integritas jalannya pemerintahan, terutama pada program-program krusial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menurut Prabowo mencopot Dadan,  Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya tidaklah mudah. Namun ia selalu mengingat pesan sang ayah yakni untuk selalu berpihak kepada rakyat apabila menghadapi situasi yang dilematis.

 

“Tapi saya ingat kata-kata almarhum ayahanda saya, Profesor Sumitro, pernah mengatakan kepada saya: "Prabowo, kalau satu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat: berpihaklah selalu kepada rakyatmu,” pungkasnya.

 


Awal Terendusnya Penyelewengan, Presiden Telusuri ke BPKP dan PPATK 

Prabowo mengatakan dirinya mencopot pimpinan lembaga yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut setelah bertemu dengan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh dan juga Kepala Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana.

 

Dirinya memanggil kedua pejabat tersebut untuk meminta agar dilakukan penelusuran terhadap dugaan penyimpangan di BGN. Ia meminta hal tersebut setelah sebelumnya banyak mendapat laporan miring mengenai BGN.

 

“Waktu saya mendapat laporan-laporan itu saya panggil Kepala BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah) dan juga Kepala PPATK, dan saya panggil berapa pejabat lain, saya tanya: "Tolong saya mendapat laporan tentang BGN (Badan Gizi Nasional),” katanya pada acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition’ yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, (3/6/ 2026). 

 

Berdasarkan penelusuran Tribunnews, Presiden memiliki jadwal bertemu kepala BPKP dan Kepala PPATK pada Senin malam (1/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di Istana Jakarta. Namun pertemuan tersebut dijadwal ulang menjadi keesokan harinya. 

 

Pada Selasa 2 Juni Presiden kemudian bertemu dengan Kepala PPATK dan BPKP di rumah dinas Widya Chandra. Pertemuan digelar siang sebelum Presiden rapat tertutup di Wisma Danantara. 

 

Pada malam harinya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mendadak menggelar konferensi pers untuk mengumumkan pencopotan pimpinan BGN. Pengumuman pencopotan tersebut dilakukan di Kantor Presiden tepat di bawah ruangan Presiden biasanya menggelar sidang kabinet paripurna.

 

Prabowo mengatakan sudah lama dirinya mendapat laporan mengenai adanya kekurangan dan penyelewengan di lembaga tersebut. Menurut Prabowo bila lembaga atau organisasi tidak berjalan baik maka hal itu dipengaruhi oleh pimpinan. 


“Dalam setiap organisasi selalu pengaruh pimpinan sangat, sangat besar. Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak bener, tidak kompeten, atau tidak jujur,” katanya.

Kesan Pertama Prabowo saat Bertemu Dadan 

Presiden Prabowo Subianto meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta, pada Selasa, (2/6/2026).
Presiden Prabowo Subianto meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta, pada Selasa, (2/6/2026). (Sekretariat Kabinet)

Tentang perjalanan Dadan Hindayana menuju jabatan strategis di lingkaran pemerintahan juga disorot. 

Terbilang orang baru di lingkaran Prabowo Subianto, Dadan masuk dalam daftar kabinet pemerintahan Prabowo. 

Latar belakang Dadam sebagai akademisi dan pakar entomologi atau ilmuwan yang mempelajari serangga, mencakup perilaku, siklus hidup, dan habitatnya mempertemuan pria asal Garut Jawa Barat ini dengan Prabowo. 

Prabowo bertemu Dadan usai pohon cemara udang (casuarina equisetifolia) di rumahnya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat diserang cendawan sehingga daunnya menjadi layu.

Nama Dadan menjadi satu dari tiga orang yang diajukan menangani pohon cemara ke Prabowo sehingga perjalanan karier Dadan berubah setelahnya. 

Dadan kemudian masuk menjadi pakar di tim Prabowo. Ia intens berdiskusi dan memberi masukan untuk Prabowo Subianto. Kedekatannya dengan Prabowo membuat ia berharap bisa diberi jabatan komisaris di perusahaan negara. 

Namun Prabowo punya pandangan berbeda, ia ditantang mengurusi MBG, program prioritas Prabowo. Ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di kabinetnya.  

Sering Dipuji Berujung Dicopot hingga Dadan Pakai Rompi Pink 

TERSANGKA KEJAKSAAN - Penampakan eks Kepala BGN, Dadan Hindayana keluar dari gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, mengenakan rompi tahanan berwarna pink dan tangan diborgol Rabu (3/6/2026).
TERSANGKA KEJAKSAAN - Penampakan eks Kepala BGN, Dadan Hindayana keluar dari gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, mengenakan rompi tahanan berwarna pink dan tangan diborgol Rabu (3/6/2026). (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)

Dari orang kesayangan Prabowo, pengelolaan program MBG justru menyeret Dadan ke kasus hukum.


Sosok yang pernah dipuji Presiden  karena mengembalikan dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp70 triliun itu kini justru ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola program yang sama.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dadan Hindayana sempat mendapat pujian dari Presiden Prabowo Subianto terkait sikapnya dalam mengelola anggaran negara.

Apresiasi tersebut diberikan Prabowo pada awal pelaksanaan program MBG.

Saat itu, Dadan yang menjabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) memilih mengembalikan dana program MBG sebesar Rp70 triliun kepada negara.

Padahal, lembaga yang dipimpinnya baru saja memperoleh tambahan anggaran hingga Rp100 triliun untuk periode 2025.

Momen pujian tersebut disampaikan Prabowo secara terbuka dalam prosesi sidang senat pengukuhan mahasiswa baru sekaligus wisuda sarjana di  pada Sabtu (18/10/2025).

Prabowo menilai keputusan Dadan mengembalikan uang negara menjadi catatan langka dalam sejarah pemerintahan Indonesia.

“Rp70 triliun dikembalikan. Ini saya kira dalam sejarah Republik Indonesia, hampir nggak pernah terjadi pejabat mengembalikan uang. Biasanya udah mulai November pejabat menghabis-habiskan uang, mencari kegiatan untuk anggaran dihabiskan,” kata Prabowo kala itu dikutip dari tayangan YouTube UKRI.

Baca juga: Sebelum Dicopot, Sony Sonjaya Cerita Awal Ikut Program MBG: Diajak Kawan, Ketemu Dadan, lalu Gabung

Pengembalian dana fantastis tersebut dilakukan karena BGN mengaku realistis terhadap kemampuan pelaksanaan program di lapangan. Saat itu, BGN menyatakan tidak sanggup membangun 30.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum program MBG hingga akhir tahun 2025.

Kini Dadan Hindayana resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi program MBG pada Rabu (3/6/2026). Selain dirinya, dua petinggi BGN lainnya yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung juga turut menjadi tersangka.


(Tribunnews.com/Anita K Wardhani/Taufik//Garudea Prabawati /Gilang P) 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas