Sosok Mayjen TNI Edwin Adrian, Danpaspampres Terima Tongkat Komando Bambu 10 Ruas dari Prabowo
Mayjen Edwin pernah bertugas mengiringi tugas-tugas Prabowo sebagai Menteri Pertahanan selama hampir 2 tahun atau persisnya sekira 1 tahun 10 bulan.
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Dewi Agustina
Kedua, pengarah dan penunjuk arah (Komando).
Secara harfiah, "komando" berarti perintah atau arahan di mana dalam masa pertempuran maupun masa damai, tongkat itu secara simbolis berfungsi sebagai penunjuk arah.
Pemimpin adalah penentu arah kebijakan dan strategi.
Ke mana tongkat itu diarahkan, ke sana pula pasukan bergerak.
Hal itu melambangkan ketegasan dalam mengambil keputusan.
Ketiga, kewibawaan dan penjaga kehormatan.
Tongkat komando memancarkan aura kehormatan dan kewibawaan seorang pemimpin.
Dalam budaya Nusantara, tongkat sering dikaitkan dengan pusaka atau "sanata" yang melambangkan kebijaksanaan.
Setiap Perwira yang memegangnya diharapkan memiliki kematangan berpikir, emosi yang stabil, dan integritas moral yang tinggi.
Sosok Mayjen Edwin
Mayjen Edwin bukan orang baru di lingkaran Prabowo.
Sejak Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Mayjen Edwin yang saat itu masih berpangkat bintang 1 atau Brigadir Jenderal (Brigjen) sudah bertugas di sekitarnya.
Edwin yang merupakan alumni Akmil (1997) itu sebelumnya bertugas sebagai Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Karo Humas Setjen Kemhan) saat Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI.
Tercatat, ia bertugas mengiringi tugas-tugas Prabowo sebagai Menteri Pertahanan selama hampir 2 tahun atau persisnya sekira 1 tahun 10 bulan.
Saat menjabat sebagai Karo Humas Setjen Kemhan, sejumlah gelaran berskala nasional dan internasional berhasil dilalui perwira infanteri yang mengawali kariernya di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu.
Gelaran itu antara lain pertemuan para Menteri Pertahanan Negara Anggota ASEAN ke-17 (The 17th ASEAN Defence Ministers’ Meeting/The 17th ADMM) di Jakarta Convention Center (JCC) pada November 2023.