Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fokus Nanik S Deyang Usai Jabat Kepala BGN: Benahi Keuangan hingga Moratorium Pendirian Dapur Baru

BGN akan menghentikan sementara pembangunan dapur-dapur baru dan fokus menata 27.877 dapur atau SPPG yang sudah ada.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Fokus Nanik S Deyang Usai Jabat Kepala BGN: Benahi Keuangan hingga Moratorium Pendirian Dapur Baru
Tribunnews.com/Taufik Ismail
FOKUS BGN - Kepala BGN Nanik S Deyang (tengah), Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari (Kanan) serta Mayjen TNI Trenggono (Kiri) usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). BGN akan menghentikan sementara pembangunan dapur-dapur baru dan fokus menata 27.877 dapur atau SPPG yang sudah ada. 

Ringkasan Berita:
  • Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang akan fokus membenahi masalah keuangan usai resmi dilantuk sebagai Kepala BGN.
  • Ia akan melakukan efisiensi agar anggaran yang dikelola BGN tidak membebani APBN.
  • BGN juga akan menghentikan sementara pembangunan dapur-dapur baru dan fokus menata 27.877 dapur atau SPPG yang sudah ada.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). 

Mereka yang dilantik yakni Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN dan Agustina Arumsari serta Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Usai pelantikan Nanik mengatakan dirinya akan fokus membenahi masalah keuangan. 

Baca juga: Nanik S Deyang Dilantik Jadi Kepala BGN, Tegaskan Fokus Efisiensi Anggaran, Coba Kurangi Beban APBN

Ia akan melakukan efisiensi agar anggaran yang dikelola BGN tidak membebani APBN.

"Langkah kami adalah pertama-tama, seperti yang beberapa waktu lalu saya sampaikan, kami concern pada efisiensi anggaran. Agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini," kata Nanik.

Meskipun akan melakukan efisiensi, Nanik memastikan pemenuhan gizi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan terganggu.

Rekomendasi Untuk Anda

 

 

"Tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi," katanya.

Efisiensi yang dilakukan kata Nanik di antaranya dengan moratorium pembangunan dapur dapur baru. 

BGN akan menghentikan sementara pembangunan dapur-dapur baru dan fokus menata 27.877 dapur atau SPPG yang sudah ada.

"Artinya kita enggak buka yang baru dulu maupun pendaftarannya, jadi kita mau tata. Mau tata, misalnya Jawa Tengah nih harusnya butuh berapa, Jawa Barat nih butuh berapa, DKI butuh berapa, dan lain-lain, Jawa Timur. Karena memang dari data Ibu Arumsari, dapur ini masih menumpuk di Jawa,” katanya.

"Kemudian setelah kami menata, baru ya kami hitung apakah perlu kami membuka kembali atau tidak," imbuhnya.

Selain moratorium pendirian dapur baru, pihaknya juga kata Nanik akan melakukan refocusing penerima manfaat. 

Refocusing dilakukan untuk mengkaji apakah sekolah-sekolah yang tergolong kaya masih perlu diberi MBG atau tidak.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas