Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Nama Artis Muncul Dalam Sidang Dugaan Suap, Amstrong Sembiring Tekankan Pentingnya Objektivitas

JJ Amstrong Sembiring menegaskan penyebutan nama dalam persidangan bukan bukti keterlibatan pidana dan tetap harus diuji dengan alat bukti.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Nama Artis Muncul Dalam Sidang Dugaan Suap, Amstrong Sembiring Tekankan Pentingnya Objektivitas
HO/IST
KORUPSI BEA CUKAI - Mantan Calon Pimpinan KPK periode 2019-2023, JJ Amstrong Sembiring, menilai setiap fakta yang muncul dalam persidangan, termasuk perkara tindak pidana korupsi, perlu ditindaklanjuti secara objektif oleh aparat penegak hukum. 
Ringkasan Berita:
  • Nama Raffi Ahmad mencuat dalam persidangan dugaan suap dan gratifikasi di Ditjen Bea Cukai, memicu perhatian publik
  • JJ Amstrong Sembiring menegaskan penyebutan nama dalam persidangan bukan bukti keterlibatan pidana dan tetap harus diuji dengan alat bukti yang sah.
  • Menanggapi isu tersebut, Raffi Ahmad menggandeng Hotman Paris untuk pendampingan hukum dan berencana menggelar konferensi pers

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Calon Pimpinan KPK periode 2019-2023, JJ Amstrong Sembiring, menilai setiap fakta yang muncul dalam persidangan, termasuk perkara tindak pidana korupsi, perlu ditindaklanjuti secara objektif oleh aparat penegak hukum guna memastikan suatu perkara menjadi terang benderang.

Menurut Amstrong, penyebutan nama seseorang dalam persidangan, baik melalui keterangan saksi maupun Berita Acara Pemeriksaan (BAP), tidak dapat serta-merta dianggap sebagai bukti keterlibatan dalam tindak pidana.

"Dari sudut pandang hukum, jika nama seseorang disebut dalam persidangan, hal itu belum dapat dianggap sebagai bukti keterlibatan pidana. Penyebutan nama dalam keterangan saksi atau pembacaan BAP hanyalah salah satu fakta persidangan yang masih harus diuji dengan alat bukti lain yang sah," kata Amstrong dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2026).

Namun, apabila jaksa atau penyidik menilai fakta tersebut relevan dengan perkara yang sedang ditangani, pemeriksaan terhadap pihak yang namanya disebut merupakan langkah hukum yang wajar untuk kepentingan klarifikasi.

Menurutnya, klarifikasi diperlukan untuk mengetahui apakah pihak yang bersangkutan mengetahui rangkaian peristiwa yang sedang diperiksa, memiliki hubungan dengan transaksi atau pengiriman barang yang menjadi objek perkara, menerima manfaat tertentu, atau memiliki peran dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Dalam kasus PT Blueray Cargo yang saat ini sedang disidangkan, Amstrong menilai fakta-fakta yang terungkap di persidangan dapat menjadi bahan pendalaman lebih lanjut bagi penyidik.

Ia juga menyinggung pernyataan KPK yang menyebut fakta persidangan yang memunculkan nama tertentu dapat menjadi bahan penelusuran lanjutan, meskipun belum terdapat kesimpulan mengenai keterlibatan pihak tersebut dalam tindak pidana maupun skema suap yang sedang diadili.

Rekomendasi Untuk Anda

Amstrong menjelaskan, istilah "pintu awal" dalam proses penyelidikan dapat dimaknai sebagai petunjuk awal (lead) bagi penyidik untuk menelusuri fakta lain yang mungkin berkaitan dengan perkara.

"Akan tetapi, pintu awal tidak sama dengan bukti kesalahan. Asas praduga tak bersalah tetap berlaku sampai ada alat bukti yang cukup dan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk menjaga konstruksi opini hukum yang seimbang dan objektif, pemeriksaan terhadap pihak yang namanya muncul dalam persidangan dapat dibenarkan sepanjang dilakukan sebagai langkah klarifikasi dan penyidik menilai keterangannya diperlukan.

Meski demikian, Amstrong menegaskan bahwa penyebutan nama dalam persidangan tidak otomatis menunjukkan adanya keterlibatan pidana.

Karena itu, ia mengingatkan agar aparat penegak hukum menelusuri seluruh fakta yang muncul secara profesional, objektif, dan tanpa tebang pilih.

"Penilaian mengenai ada atau tidaknya pelanggaran hukum harus didasarkan pada alat bukti yang sah, bukan semata-mata pada penyebutan nama seseorang dalam persidangan," katanya.

Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Persidangan

Nama Raffi Ahmad mendadak menjadi sorotan setelah disebut dalam persidangan perkara dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Nama suami Nagita Slavina itu mencuat dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat pada Jumat (5/6/2026). Kemunculan namanya langsung memicu perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi di media sosial.

Menyikapi perkembangan tersebut, Raffi Ahmad memilih menempuh langkah hukum dengan menggandeng pengacara Hotman Paris untuk memberikan pendampingan hukum sekaligus meluruskan informasi yang beredar.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Raffi memperingatkan pihak-pihak yang dinilai menyebarkan informasi yang tidak sesuai dengan fakta maupun kesaksian yang sebenarnya.

Dalam keterangannya, Raffi mengutip pernyataan Hotman Paris mengenai potensi konsekuensi hukum bagi pihak yang menyebarkan informasi keliru.

Ayah tiga anak itu menegaskan bahwa setiap pemberitaan maupun narasi yang berkembang harus didasarkan pada fakta dan tidak mengarah pada fitnah.

Sebagai tindak lanjut, Raffi Ahmad dan Hotman Paris berencana menggelar konferensi pers pada Kamis (11/6/2026).

"Mr. @hotmanparisofficial berkata, hati-hati untuk yang membuat berita yang jauh dari cerita sebenarnya, kesaksian yang keliru, atau hoaks yang keterlaluan karena bisa terkena pencemaran nama baik. Sampai berjumpa hari Kamis," tulis Raffi Ahmad, dikutip Tribunnews, Selasa (9/6/2026).

Dalam video yang diunggahnya, Hotman Paris mengungkapkan bahwa dirinya menerima permintaan langsung dari Raffi Ahmad untuk memberikan pendampingan hukum terkait isu yang menyeret nama presenter sekaligus pengusaha tersebut.

Menurut Hotman, langkah tersebut diambil untuk menghadapi berbagai tudingan yang dinilai tidak berdasar.

Baca juga: Ada Nama Ariel NOAH hingga Gading Marten, Hotman Paris Ungkap Fakta usai Raffi Ahmad Terseret Kasus

"Halo para wartawan, awak media dan juga musuh-musuhnya Raffi Ahmad. Barusan Raffi Ahmad telepon saya meminta pendampingan hukum untuk semua yang memfitnah dia," kata Hotman dalam video yang diunggah Raffi Ahmad.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas