Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hukum Titip Doa pada Orang yang Naik Haji, Bolehkah? Simak Penjelasannya

Menitipkan doa kepada seseorang yang sedang berada di Tanah Suci ternyata diperbolehkan dalam Islam.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Sri Juliati
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Hukum Titip Doa pada Orang yang Naik Haji, Bolehkah? Simak Penjelasannya
Media Center Haji 2026/Sri Juliati
BERDOA BERSAMA - Jemaah haji berdoa bersama saat mabit atau bermalam di Muzdalifah dalam rangkaian puncak ibadah haji, Rabu (27/5/2026). Berikut penjelasan mengenai hukum menitipkan doa kepada seseorang yang sedang berada di Tanah Suci, diperbolehkan dalam Islam. 

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Saat seseorang berangkat berhaji, ia kerap menerima titipan doa dari keluarga, kerabat, maupun tetangga.

Tradisi 'titip doa' ini telah lama hidup di tengah masyarakat Muslim Indonesia. 

Banyak orang meyakini doa yang dipanjatkan di Tanah Suci, terutama saat menunaikan ibadah haji, memiliki keutamaan tersendiri sehingga mereka menitipkan harapan dan permohonan kepada jemaah yang berangkat.

Lantas, bagaimana hukum titip doa kepada orang yang sedang menunaikan ibadah haji? Apakah praktik tersebut dibenarkan dalam ajaran Islam? 

Berikut penjelasannya:

Menitipkan doa kepada seseorang yang sedang berada di Tanah Suci ternyata diperbolehkan dalam Islam.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebab, seorang Muslim dianjurkan untuk mendoakan sesama Muslim, tidak hanya untuk dirinya sendiri. 

Demikian disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Ibadah (Bimbad) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Daerah Kerja (Daker) Makkah, Erti Herlina saat berbincang dengan tim Media Center Haji (MCH).

"Boleh, nggak apa-apa. Kita kan diajarkan berdoa itu bukan hanya untuk diri kita sendiri. Nah, tradisi titip doa pun sama intinya," kata Erti, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, dalam berdoa, umat Islam juga diajarkan untuk mendoakan sesama muslim secara umum. 

Baca juga: Tiba di Madinah, Jemaah Haji Dianjurkan Perbanyak Shalawat dan Berziarah ke Makam Rasulullah

Oleh karena itu, ketika ada seseorang yang meminta didoakan secara khusus, hal tersebut tidak menjadi masalah.

"Biasanya kita berdoa untuk seluruh kaum muslimin dan muslimat. Nah, ketika ada yang menitipkan doa, itu hanya menjadi lebih spesifik," ujarnya.

Menurutnya, tidak ada larangan bagi jemaah haji untuk menyebutkan nama-nama orang yang meminta didoakan saat berada di Makkah maupun Madinah. 

Terlebih, banyak orang yang berharap didoakan karena belum memiliki kesempatan datang langsung ke Tanah Suci.

"Kita meyakini di sini itu Tanah Haram, insya Allah siapapun yang berdoa di sini Allah kabulkan. Karena tidak bisa ke sini, mereka berharap didoakan sama kita dan Allah bisa mengabulkan," tutur Erti.

Lantas, bagaimana jika seseorang sudah menerima titipan doa, tetapi lupa menyampaikannya?

Erti menjelaskan, lupa merupakan hal yang manusiawi dan tidak menjadikan seseorang berdosa. 

Doa tersebut tetap bisa dipanjatkan di kesempatan lain selama masih berada di Tanah Suci.

"Kalau lupa, tidak apa-apa. Bisa dibacakan ketika di Masjidil Haram, saat tawaf, sa'i, di Mina, atau di mana pun, Insya Allah, di Tanah Haram, semua doa Insya Allah, Allah ijabah, Allah kabulkan," jelasnya.

Di sisi lain, Erti mengakui ada sebagian orang berhaji yang memilih tidak menerima titipan doa. 

Alasannya, mereka menganggap titipan doa sebagai amanah yang harus ditunaikan sehingga khawatir menjadi beban apabila terlupa.

"Ada yang seperti itu, karena mereka berprinsip itu adalah amanah, sehingga ketika tidak tertunaikan menjadi pengikat bagi dia," katanya.

Menurut Erti, sikap tersebut juga tidak salah. Seseorang boleh menolak titipan doa apabila merasa tidak mampu mengingat atau khawatir tidak dapat menunaikannya.

"Untuk yang seperti itu juga nggak apa-apa, kalau memang kita tidak mau, kita bisa menolaknya. Mohon maaf seperti itu," ujarnya.

Sebagai solusi, ia menyarankan jemaah yang khawatir lupa dapat memasukkan semua orang yang menitipkan doa ke dalam doa umum untuk kaum Muslimin dan Muslimat.

"Kalau saya, untuk mengantisipasi lupa, cukup mendoakan seluruh kaum muslimin dan muslimat. Jadi semua yang menitipkan doa insya Allah sudah termasuk di dalamnya," pungkasnya. (*)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas