Cicil Emas BSI Tembus Rp16,93 Triliun, Tumbuh Hampir 98 Persen dalam Setahun
Cicil emas BSI tumbuh 97,90 persen yoy hingga April 2026, mencapai Rp16,93 triliun. Emas makin jadi pilihan investasi syariah lintas generasi.
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Di tengah dinamika ekonomi global yang terus bergejolak, emas tetap menjadi primadona investasi yang diyakini tahan terhadap inflasi. Animo masyarakat untuk memiliki emas melalui skema cicilan pun terus meningkat.
Tren ini tecermin jelas dalam kinerja Bank Syariah Indonesia (BSI). Hingga April 2026, portofolio cicil emas BSI tumbuh 97,90 persen secara year-on-year (yoy) mencapai Rp16,93 triliun.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya diversifikasi investasi dan memandang emas sebagai instrumen yang aman untuk mencapai tujuan keuangan jangka menengah maupun panjang.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menyebutkan bahwa emas masih memiliki daya tarik kuat, terutama bagi mereka yang ingin berinvestasi secara syariah di instrumen yang diyakini tahan terhadap inflasi.
"Potensi inilah yang kami garap untuk memperluas jangkauan nasabah emas BSI," ujar Anton dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: BSI Jadi Perusahaan dan Bank Pertama di Indonesia yang Raih Sertifikasi ISO 56001:2024
Layanan cicil emas BSI diminati lintas generasi, mulai dari generasi Z, milenial, hingga baby boomers. Sejumlah faktor mendorong minat tersebut, antara lain fleksibilitas jangka waktu cicilan, besaran angsuran yang dapat disesuaikan, serta pilihan produk logam mulia ANTAM dan BSI Gold.
Anton menambahkan, emas juga dapat menjadi aset untuk berbagai kebutuhan mendesak ataupun jangka panjang, seperti biaya pendidikan, ibadah haji, hingga persiapan pernikahan bagi generasi muda.
"Untuk itu, kami menyiapkan berbagai pilihan gramasi logam mulia, mulai dari 5 gram hingga 100 gram," katanya.
Guna memperkuat ekosistem emas secara menyeluruh, BSI selaku bank bulion juga mempererat sinergi dengan ANTAM. Kerja sama ini bukan sekadar kelanjutan dari kolaborasi sebelumnya, melainkan ekspansi yang lebih agresif dari kemitraan yang telah terjalin lebih dari 10 tahun.
Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan BSI terhadap Astacita Pemerintah melalui monetisasi emas dan pengembangan ekosistem emas yang berkelanjutan.
Baca juga: Momentum Hari Konsumen, BSI Dorong Layanan Digital Aman dan Inklusif untuk 23 Juta Nasabah
Sepanjang 2025, BSI menyerap lebih dari 60 persen porsi penjualan emas ANTAM pada kategori pihak berelasi atau sekitar 11 persen dari total keseluruhan penjualan emas ANTAM.
Dalam kolaborasi yang diperkuat ini, BSI dan ANTAM sepakat memperluas cakupan kerja sama, mencakup perdagangan emas fisik logam mulia melalui akses digital, penguatan distribusi ritel, hingga sinergi pemasaran, literasi, dan edukasi investasi emas kepada masyarakat.