Harga Pertamax Naik Drastis di Tengah Melandainya Harga Minyak Dunia
Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250.
Penulis:
Febri Prasetyo
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Adapun Murban adalah minyak yang diproduksi dan diekspor oleh Uni Emirat Arab (UEA) lewat perusahaan ADNOC. Minyak ini juga diminati karena kualitasnya baik sehingga mudah dan murah untuk diolah.
Harga minyak dunia mulai terkerek naik setelah perang antara Iran dan AS-Israel meletus tanggal 28 Februari 2026 lewat Operation Epic Fury yang dilakukan AS.
Penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur terpenting pelayaran minyak dunia, sangat mempengaruhi dinamika harga minyak.
Menurut laman Tradingeconomis.com, pada tanggal 20 Maret 2026 harga minyak Brent menyentuh angka $112 per barel.
Harga sempat turun ke angka $90 pada tanggal 17 April 2026 setelah Iran membuka Selat Hormuz selama gencatan senjata.
Meski demikian, harga kembali naik dan menembus $114 per barel pada tanggal 4 Mei 2026. Mulai awal Juni hingga saat ini, harga sudah di bawah $100.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pernah mengatakan hanya 20 hingga 25 persen minyak Indonesia yang berasal dari Timur Tengah.
Dia menyebut pemerintah bersama PT Pertamina telah mengalihkan sumber impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke sejumlah negara lainnya.
"Kami dengan Pertamina sudah switch dari Middle East kita ambil di Amerika, kemudian dari Nigeria, dan dari Brasil. Jadi tidak perlu ada panic buying," kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat, (6/3/2026).
Baca juga: 4 Penyebab Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Menurut MAKPI
Karena itu, Bahlil memastikan stok bahan baku aman meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah masih memanas.
(Tribunnews/Febri)