Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BMKG: Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang, Ini Wilayah yang Terdampak

BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2026 terjadi pada Juli hingga September, berikut daftar wilayah yang terdampak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in BMKG: Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang, Ini Wilayah yang Terdampak
dok. Kementan Humas
MUSIM KEMARAU - BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2026 terjadi pada Juli hingga September, dengan cakupan terluas pada Agustus. Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dan lebih panjang dari normal akibat pengaruh El Nino yang berpotensi bertahan hingga awal 2027. 

Ringkasan Berita:
  • BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2026 terjadi pada Juli hingga September, dengan cakupan terluas pada Agustus.
  • Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dan lebih panjang dari normal akibat pengaruh El Nino yang berpotensi bertahan hingga awal 2027.
  • BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kekeringan, krisis air, penurunan kualitas udara, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau berlangsung.

 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada periode Juli hingga September 2026.

Kondisi ini perlu diantisipasi sejak dini oleh masyarakat, pemerintah daerah, serta berbagai sektor strategis guna memastikan ketersediaan air, menjaga kesehatan masyarakat, dan meminimalkan dampak terhadap berbagai aktivitas ekonomi.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan puncak musim kemarau akan terjadi secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia dengan cakupan yang berbeda setiap bulannya.

Berdasarkan prediksi BMKG, sebanyak 83 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 12,26 persen wilayah Indonesia akan mengalami puncak kemarau pada Juli 2026.

"Wilayah yang diprediksi mengalami puncak kemarau pada Juli 2026 meliputi sebagian Sumatra, sebagian kecil Kalimantan dan Jawa, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat Daya bagian selatan, Papua Barat bagian Tengah, dan Papua bagian timur," ujar Faisal, dikutip dari siaran pers BMKG, Rabu (10/6/2026.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, puncak musim kemarau diprediksi mencapai cakupan terluas pada Agustus 2026, yakni sebanyak 369 ZOM atau 48,84 persen luas daratan Indonesia.

Wilayah yang terdampak meliputi Sumatra bagian tengah, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku dan Maluku Utara, serta sebagian besar Pulau Papua.

Memasuki September 2026, sebanyak 169 ZOM atau 25,41 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami puncak musim kemarau.

Wilayah yang terdampak antara lain Kepulauan Bangka Belitung, sebagian besar Sumatra Selatan, Lampung, sebagian kecil Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, dan Papua Pegunungan bagian tengah.

Sebagian Wilayah Sudah Memasuki Musim Kemarau

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa hingga akhir Mei 2026 sebanyak 200 ZOM atau sekitar 11,83 persen luas wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Baca juga: 7 Fakta Gempa M 7,8 Filipina: 3 Tewas, Jollibee Ambruk, Tsunami Sempat Ancam Kepulauan Sangihe

Wilayah tersebut meliputi sebagian Sumatra, sebagian Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara, Kalimantan Tengah bagian timur, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, dan sebagian Papua.

Selain itu, sebanyak 198 ZOM atau 31,60 persen wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Juni 2026. Wilayah tersebut mencakup sebagian besar Sumatra, sebagian Banten, DKI Jakarta bagian selatan, Jawa Tengah bagian tengah dan barat, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua Barat, hingga Papua bagian timur.

Sedangkan pada Juli 2026, sebanyak 66 ZOM atau sekitar 7,28 persen wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau, termasuk beberapa wilayah di Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Maluku.

El Nino Berpotensi Bertahan hingga Awal 2027

BMKG mengingatkan bahwa musim kemarau tahun 2026 berpotensi lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas