Masyarakat Diminta Bijak Sikapi Informasi Terkait Kasus Mama Sinta
Frits mengatakan dugaan penculikan Mama Sinta yang belakangan ramai diperbincangkan tidak benar
Penulis:
Erik S
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Masyarakat diimbau bijak menyikapi informasi mengenai Mama Sinta dan tidak mudah terpengaruh narasi.
- Pangdam menyatakan dugaan penculikan Mama Sinta tidak benar serta tidak melibatkan TNI.
- Menurut pengakuannya, Mama Sinta aman, sehat, dan berangkat ke Jakarta tanpa paksaan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat diimbau lebih bijak dalam menyikapi terkait informasi yang beredar terkait Yasinta Moiwend atau Mama Sinta.
Mama Sinta adalah tokoh masyarakat adat Papua yang mendatangi Polda Metro Jaya terkait penayangan film dokumenter Pesta Babi.
Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum terverifikasi.
"Kita harus melihat fakta dari yang bersangkutan langsung, jangan sampai informasi yang tidak benar justru memperkeruh situasi,” kata Pangdam dalam keterangannya dikutip, Kamis (11/6/2026).
Frits mengatakan dugaan penculikan Mama Sinta yang belakangan ramai diperbincangkan tidak benar.
Ia memastikan bahwa informasi yang berkembang di publik tidak sesuai dengan fakta di lapangan, serta menegaskan bahwa tidak ada tindakan pemaksaan dalam keberangkatan Mama Yasinta ke Jakarta.
"Saya jamin itu bukan perbuatan TNI. Tidak ada penculikan seperti yang ramai diberitakan," kata Mayjen Frits.
Baca juga: Datangi LPSK, Mama Sinta Minta Perlindungan Negara dari Serangan Medsos usai Laporan Pesta Babi
Menurutnya, klarifikasi utama justru datang dari Mama Yasinta sendiri sebagai pihak yang mengalami langsung kejadian tersebut. Ia menyebut, berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, tidak pernah ada pemaksaan ataupun tindakan penculikan.
"Yang mengalami itu Mama Yasinta. Dan pengakuannya jelas, tidak ada penculikan. Ia dalam kondisi aman dan sehat," ujarnya.
Menurut Pangdam, berkembangnya isu ini tidak lepas dari kurangnya konfirmasi langsung kepada pihak terkait, sehingga memunculkan asumsi yang berpotensi menyesatkan publik.
Dengan penegasan ini, TNI berharap polemik terkait Mama Sinta tidak berkembang menjadi disinformasi yang dapat mengganggu stabilitas, khususnya di wilayah Papua Selatan.
Mama Sinta Minta Perlindungan
Mama Sinta mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).
Kedatangannya ini bertujuan meminta perlindungan negara terkait kejadian - kejadian negatif yang dialaminya pasca membuat laporan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya perihal ekspolitasi dirinya tanpa izin dalam Film Pesta Babi.
“Pasca membuat laporan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, banyak sekali hal-hal negatif yang saya rasakan. Saya memohon perlindungan kepada negara melalui LPSK,” kata Mama Sinta dalam video yang diterima, Sabtu (6/6/2026).