Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Disinggung Abdul Mu'ti, Ini Penelitian UI yang Diklaim Mendikdasmen Temukan Dampak Positif MBG

Penelitian UI soal MBG tidak serta merta hanya ditemukan dampak positif dari program tersebut. Tapi ada temuan soal permasalahan di lapangan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Disinggung Abdul Mu'ti, Ini Penelitian UI yang Diklaim Mendikdasmen Temukan Dampak Positif MBG
Tribun Medan/Danil Siregar
PROGRAM MBG - Siswa berdoa sebelum menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterimanya di SMA Negeri 21, Medan, Sumatra Utara, Jumat (17/10/2025). Menu spesial MBG kali ini nasi goreng telur ceplok yang disajikan serentak di seluruh Indonesia, bertepatan memperingati hari ulang tahun Presiden Prabowo. Penelitian UI soal MBG tidak serta merta hanya ditemukan dampak positif dari program tersebut. Tapi ada temuan soal permasalahan di lapangan. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR 
Memuat video…

Penelitian ini juga menyebutkan bahwa orang tua siswa terbantu dengan adanya program MBG.

Ada beberapa faktor yang membuat orang tua mendukung program ini seperti meringankan beban ekonomi, membantu orang tua yang sibuk, mencegah anak kelaparan, hingga menjadikan anak lebih sehat dan mengurangi konsumsi 'makanan sampah' atau junk food.

Kendati demikian, ada beberapa masalah terkait pelaksanaan program MBG mengacu pada penelitian ini.

Dari desain program, Pusat Kajian Sosiologi UI menyebut ada lima masalah yang terjadi yakni tidak adanya pelibatan instansi daerah, struktur komando yang kaku, kepemimpinan yang terlalu terpusat, aturan seperti SOP, juknis, dan menu terlalu tersentralisasi, serta pendanaan yang terpusat.

Sementara, dalam praktiknya di lapangan, ada empat kendala yang ditemukan seperti terkait pengiriman makanan.

"73,3 persen dari sekolah yang disurvei mengaku pernah menghadapi kendala dengan pihak dapur MBG. Kendala tersebut umumnya berupa keterlambatan pengiriman makanan," katanya.

Selanjutnya, terkait distribusi makanan dari dapur ke sekolah yang semakin sukit buntut beberapa masalah seperti perbedaan jadwal pengiriman hingga ada kasus di mana dapur membagikan makanan MBG berdasarkan afiliasi ormas keagamaan.

Baca juga: Pihak Swasta Tersangka Baru Korupsi MBG, Beri Uang ke Sony Sonjaya usai Diberi Izin Cari Mitra

Rekomendasi Untuk Anda

Lalu, separuh responden mmengatakan pernah mengalami keterlambatan distribusi makanan ke sekolah.

"Hal ini berpengaruh pada kualitas makanan yang disediakan untuk siswa sekolah," ujarnya.

Terakhir yakni beban kerja dapur yang tinggi turut berperan dalam permasalahan MBG. Total ada empat masalah terkait beban kerja pegawai dapur MBG yakni:

  • Kapasitas produksi yang masif memaksa jam masak terlalu dini
  • Kelelahan pekerja dapur memperbesar human error
  • Jam kerja ahli gizi yang terlalu panjang
  • Variasi kebijakan yayasan untuk insentif bagi pekerja

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas