Saat Perjuangan Mahasiswa UI Disambut Dukungan Hangat Para Pengendara: Semangat Kalian
Bahkan, di tengah bisingnya klakson, terdengar sayup-sayup teriakan pengendara yang mendoakan keselamatan para pedemo.
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Muhammad Zulfikar
Pria yang disapa Athof itu mengatakan, sebagian mahasiswa yang hendak melaksanakan salat Jumat tiba di kawasan Dukuh Atas sekira pukul 11.55 WIB.
"Pada pukul 12 kurang 5 menit siang, kami tepatnya di Dukuh Atas ditahan oleh polisi. Saat itu kami sedang ingin menjalankan ibadah salat Jumat, di mana hal itu telah diatur dalam Undang-Undang 1945 Konstitusi dan juga Pancasila. Akan tetapi, para polisi tidak menghiraukan hal itu dan justru mereka malah melanggar konstitusi tersebut," kata Athof, kepada wartawan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jumat.
Athof mengatakan, saat itu pihak kepolisian tidak menjelaskan alasan mengapa mereka melakukan hal tersebut.
Adapun lanjutnya, pihak kepolisian justru meminta para mahasiswa itu untuk melaksanakan salat Jumat di masjid lain.
"Ketika ditanyakan alasannya apa, mereka (polisi) tidak menjawab dan mereka malah mengatur kita untuk salat di tempat lain," ungkapnya.
Lebih lanjut, Athof mempertanyakan sikap pihak kepolisian terhadap para mahasiswa itu.
"Sejak kapan kepolisian punya hak untuk mengatur bagaimana cara beragama dilakukan? Sejak kapan polisi punya hak untuk melarang rakyat Indonesia melakukan ibadah yang diatur dalam konstitusi?" ujar Athof.
Diketahui, hari ini sejumlah mahasiswa hendak menggelar aksi demo di kawasan Bundaran HI.
Adapun dalam aksi tersebut akan disampaikan lima tuntutan utama, yakni:
1. Menghentikan pemborosan APBN
2 Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
4. Menghentikan militerisme di ranah sipil
5. Meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.