Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Pengamat Sarankan Prabowo Puasa Pidato untuk Redam Kemarahan Rakyat

Pangi Syarwi Chaniago menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berpidato dalam beberapa waktu ke depan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Pangi sarankan Prabowo menghentikan pidato sementara untuk meredam kemarahan publik.
  • Pidato Prabowo dinilai tidak terarah dan memicu resistensi masyarakat.
  • Pangi menilai Jokowi lebih unggul menjaga sentimen dan perasaan rakyat.

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berpidato dalam beberapa waktu ke depan.

Hal ini dimaksudkan untuk meredam kemarahan publik terhadap pemerintah.

Menurut Pangi, berbagai kritik hingga aksi demo unjuk rasa yang terjadi tidak semata-mata karena kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Tetapi, Prabowo dinilai gagal menjaga sentimen masyarakat melalui pidato-pidatonya yang dinilai Pangi banyak yang tidak terarah.

"Menurut saya, enggak usah Prabowo pidato dulu, 1-2 bulan ini pasti mereda negara ini. Yakin sama saya, berhenti Pak Prabowo itu pidato dua bulan ini."

"Jangankan dua bulan, seminggu ini berhenti pidato, enggak ada orang demo lagi," ungkap Pangi saat dihubungi Tribunnews.com melalui sambungan telepon, Jumat (11/6/2026).

Analis Politik Sekaligus CEO & Founder Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) netral dalam menyambut Pemilu 2024, termasuk tak terlalu cawe-cawe menentukan siapa pasangan Ganjar Pranowo.
BERI PANDANGAN - Analis politik Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago. (istimewa)
Rekomendasi Untuk Anda

Setelah itu, lanjut Pangi, pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan ekonomi yang langsung menyentuh dapur masyarakat.

Mulai menurunkan harga Pertamax, menggratiskan premi BPJS Kesehatan, menurunkan token listrik, hingga merealisasikan pemotongan komisi aplikasi ojek online menjadi 8 persen yang telah dijanjikan sebelumnya.

"Presiden Prabowo berhenti untuk ngotot. Jangan maksa gitu aja. Jangan ngeyel."

"Jangan coba-coba nantangin rakyat. Kasian. Jangan-jangan Presiden Prabowo ini lebih banyak prestasi daripada Jokowi. Cuma ketika dia pidato, justru menghilangkan semua prestasi itu," ungkap Pangi.

Baca juga: Pendemo Bawa Poster Candaan Bertuliskan Tutorial Menggulingkan Prabowo-Gibran, Ini Maksudnya

Pidato Prabowo Tidak Terarah

Pangi menilai banyak pidato Prabowo yang terlalu 'liar' dan tidak terarah.

Ia mencontohkan pidato Prabowo dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

Dalam penggalan pidatonya, Prabowo berpesan untuk mengabaikan pihak yang nyinyir.

Prabowo juga melihatkan mimik muka manyunnya sambil berucap "nyenye-nyenye".

"Saya ingatkan dari dulu, presiden kenapa pidatonya kok begini terus. Nggak terarah, liar, di luar kendali. Yang nyenye-nyenyein dengan wajah mimik-mimik begitu, ini kayak nggak ada tim khusus. Nggak ada yang mengingatkan," ungkap Pangi.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas