UIN Bandung Serbu DPRD Jabar, Seruan Mahasiswa Gelar Demo Hari Ini di 7 Daerah
Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia kembali menyerukan aksi demonstrasi sebagai bentuk protes mereka terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Penulis:
Faryyanida Putwiliani
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Demo bertajuk Seruan Aksi Alarm Peringatan Untuk Negeri ini digelar Senin, 15 Juni 2026 pukul 11.00 WIB.
Mereka akan menggelar aksi di Gedung DPRD Jawa Barat.
Setidaknya ada enam tuntutan yang mereka suarakan.
Antara lain, menuntut agar pemerintah: 1. Turunkan harga BBM non-subsidi dan kebutuhan pokok, 2.Hentikan Dwifungsi TNI dan Polri, 3. Hentikan pemborosan APBN (MBG, KDMP, KLN), 4. Hentikan penguatan APH Jabar melalui aPBD, 5. Evaluasi pemerintah terhadap pemanfaatan lingkungan dan menuntut reboisasi lingkungan, 6. Perbaikan alokasi dan serapan tenaga kerja.
Mahasiswa yang berpartisipasi bakal berkumpul di Kampus II UIN Bandung.
Aksi BEM UI di Bundaran HI
Sebelum ramai seruan aksi demo yang akan digelar hari ini, sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai kampus di wilayah Jabodetabek lebih dulu menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI pada Jumat (12/6/2026).
Aksi tersebut sempat diwarnai blokade aparat keamanan dari Polri dan TNI yang mengarahkan massa agar menyampaikan aspirasi di kawasan Gedung DPR RI.
Polisi beralasan Bundaran HI merupakan pusat aktivitas ekonomi sehingga lokasi tersebut dinilai kurang ideal untuk kegiatan demonstrasi.
Namun massa aksi tetap menerobos blokade dan melakukan longmarch hingga mendekati kawasan Bundaran HI di Jalan MH Thamrin.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah.
Baca juga: Minggu Prabowo Panggil 6 Menteri ke Kertanegara, Senin Demo Besar Masih Berlanjut Kepung Jakarta
Pertama, mendesak penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kedua, meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
Ketiga, menuntut penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Keempat, mendesak dihentikannya praktik militerisme di ranah sipil.
Kelima, meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah atas berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Mahasiswa dan Masyarakat Majalengka Rencanakan Turun ke Jalan Besok, Serukan Lima Tuntutan.
(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Abdi Ryanda Shakti) (Tribun Jabar/Adhim Mugni Mubaroq)