Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
Live
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Istana: Pemerintah Terus Berupaya Perkuat Rupiah dan Persepsi Publik

Istana mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya memperkuat persepsi publik dan pasar di tengah kondisi yang terjadi saat ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Istana: Pemerintah Terus Berupaya Perkuat Rupiah dan Persepsi Publik
Tribunnews.com/Taufik Ismail
ISTANA - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (15/6/2026). 
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Prasetyo merespons pertanyaan mengenai bagaimana upaya pemerintah dalam mengembalikan kepercayaan investor di tengah adanya demonstrasi dari sejumlah mahasiswa
  • Menurut Prasetyo upaya dalam meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi atau pasar menjadi penting karena akan berimbas kepada kepercayaan masyarakat
  • Presiden juga menekankan untuk meningkatkan hilirisasi dan industrialisasi. Kedua sektor tersebut penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap barang-barang impor

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya memperkuat persepsi publik dan pasar di tengah kondisi yang terjadi sekarang ini.

Hal itu disampaikan Prasetyo merespons pertanyaan mengenai bagaimana upaya pemerintah dalam mengembalikan kepercayaan investor di tengah adanya demonstrasi dari sejumlah mahasiswa.

“Kalau saudara-saudara perhatikan dalam satu, dua minggu ini kita semua terus berupaya untuk memperkuat koordinasi maupun memperkuat kerja sama dan terutama mengambil kebijakan-kebijakan yang kita berharap dapat apa memperkuat yang tadi disampaikan, memperkuat mata uang kita, memperkuat persepsi publik, memperkuat persepsi pasar,” kata Prasetyo di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Menurut Prasetyo upaya dalam meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi atau pasar menjadi penting karena akan berimbas kepada kepercayaan masyarakat.

“Bapak Presiden tadi juga kembali menekankan beberapa hal yang itu menurut pendapat kami juga bagian dari upaya kita untuk memberikan kepercayaan kepada pelaku-pelaku ekonomi yang nanti ujungnya memberikan kepercayaan kepada masyarakat,” katanya.

Baca juga: Mahasiswa Setop Mobil Dinas TNI di Bundaran HI, Minta Pengendara Bunyikan Klakson

Dalam meningkatkan kepercayaan investor, Presiden, kata Prasetyo terus mendorong dilakukannya deregulasi untuk mempermudah perizinan agar iklim invetasi berkembang.

Rekomendasi Untuk Anda

“Supaya ekosistem ekonomi kita juga dapat berkembang dengan jauh lebih kompetitif,” katanya.

Sementara itu, untuk memperkuat mata uang rupiah, Presiden kata Prasetyo menekankan untuk meningkatkan performa ekspor.

“Karena kalau kita berbicara penguatan mata uang maka tidak bisa lepas juga dari performa ekspor dan impor kita,” katanya.

Baca juga: 21 Dentuman Meriam Iringi Kedatangan Presiden Jerman di Istana Merdeka

Selain performa ekspor, Presiden juga menekankan untuk meningkatkan hilirisasi dan industrialisasi. Kedua sektor tersebut penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap barang-barang impor.

Selain itu, dengan industrialisasi dan hilirisasi akan memberikan nilai tambah untuk devisa negara.

“Jadi itu juga dua hal yang tadi ditekankan oleh Bapak Presiden untuk bisa dipercepat selain mengenai mulai tumbuhnya kepercayaan investor asing terutama terhadap global bond yang diterbitkan Danantara,” ucapnya.

Aksi Mahasiswa

Sejumlah aksi demonstrasi mewarnai Jakarta hari ini.

Sejumlah elemen mahasiswa menggelar aksi demonstrasi terkait beberapa keluhan warga soal ekonomi.

Adapun dari informasi yang dihimpun, massa tergabung dalam Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis yang berisi Front Mahasiswa Nasional (FMN), GMNI hingga sejumlah organisasi lainnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas