Usai Diamankan saat Demo di DPR, Dzakwan Mengaku Dipukul dan Trauma
Dzakwan Falih mengaku dipukul di bagian perut dan bahu usai diamankan saat demo di DPR. Ia kembali ke barisan aksi dalam kondisi lemas dan trauma.
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Acos Abdul Qodir
"Saya ditangkap saat hendak membakar ban sebagai bentuk protes. Saya dipukul di bagian perut dan bahu," ungkap Dzakwan.
Baca juga: Gibran Catat Tuntutan Mahasiswa UBK di Buku Kecil, Janji Sampaikan ke Prabowo
Tuntutan Aliansi Cipayung Menggugat
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan politik dan ekonomi. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatan, menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menurunkan harga BBM, menyediakan pendidikan gratis bagi seluruh generasi muda, serta menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua.
Di bawah guyuran hujan, sejumlah poster dan spanduk yang dibawa massa juga memuat kritik terhadap pemerintah. Di antaranya bertuliskan "Prabowo-Gibran Gatal, Gagal Total", "MBG, Mafia Berkedok Gizi", serta "BBM, Bandit-Bandit Maling".
Hingga aksi berakhir, Tribunnews.com masih berupaya memperoleh tanggapan resmi dari pihak kepolisian terkait pengakuan Dzakwan mengenai dugaan pemukulan saat proses pengamanan.
Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Nestapa Demo Mahasiswa di DPR: Diseret ke Parlemen, Dzakwan Ungkap Dipukul Polisi Usai Bakar Ban