Ara Siapkan 2 Ribu Rumah di Tanah Abang dan Kiaracondong, Manfaatkan Tanah Negara dan Dana CSR
Maruarar Sirait mengusulkan kebutuhan anggaran sebesar Rp 106 triliun untuk Tahun Anggaran (TA) 2027.
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengungkapkan rencana pembangunan 2.000 unit rumah dengan memanfaatkan aset negara dan dana CSR.
- Sebanyak 1.000 unit akan dibangun di Kiaracondong, Bandung, di atas lahan milik perusahaan kereta api dengan dukungan CSR dariAstra Internasional.
- Kementerian PKP mengusulkan anggaran Rp106 triliun pada tahun 2027.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan pembangunan 2.000 unit rumah dengan memanfaatkan aset negara dan pendanaan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Program tersebut masing-masing akan dibangun sebanyak 1.000 unit di kawasan Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, serta 1.000 unit di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Ara mengatakan proyek tersebut menjadi salah satu contoh model pembiayaan kreatif yang tengah dikembangkan Kementerian PKP untuk mendukung program penyediaan perumahan tanpa sepenuhnya bergantung pada APBN.
"Besok saya ke Bandung untuk melihat tanah kereta api yang akan kita bangun. Tanahnya tanah negara milik kereta api dan yang membangun CSR dari Astra," kata Ara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, pembangunan 1.000 unit rumah di Kiaracondong sudah memasuki tahap persiapan lokasi.
Sementara itu pemerintah juga telah memastikan lahan yang berada di kawasan Tanah Abang merupakan aset negara yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan hunian.
"Tanah yang kita lihat di Tanah Abang sudah kita pastikan merupakan aset milik negara. Kita akan persiapkan desain dan sebagainya agar tahun ini bisa mulai dibangun," ujarnya.
Ara berharap pembangunan kedua proyek tersebut dapat dimulai pada tahun ini.
Menurutnya, pemanfaatan aset negara yang tidak produktif serta dukungan sektor swasta melalui CSR dapat menjadi solusi untuk mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat.
"Mohon doanya, mudah-mudahan 1.000 di Tanah Abang dan 1.000 di Bandung, Kiaracondong, bisa mulai dibangun tahun ini," kata dia.
Anggaran tahun 2027
Maruarar Sirait mengusulkan kebutuhan anggaran sebesar Rp 106 triliun untuk Tahun Anggaran (TA) 2027.
Anggaran tersebut diajukan untuk mengejar target pembangunan dan renovasi 2.084.460 unit rumah di seluruh Indonesia.
"Pagu indikatif Kementerian PKP 2027 sebesar Rp 9,913 triliun," kata pria yang akrab disapa Ara tersebut dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Dengan pagu indikatif tersebut, diperlukan tambahan sebesar Rp 96,09 triliun untuk mencapai target usulan kebutuhan anggaran Rp 106 triliun.
Ara menjelaskan, proporsi terbesar dari usulan anggaran tersebut akan disedot untuk program pembangunan fisik yakni mencapai Rp 102,91 triliun atau sekitar 97,09 persen. Sementara untuk kebutuhan non-fisik hanya dialokasikan sebesar Rp 3,09 triliun.