Tribun

Telkom Indonesia Bersiap Masuk Bisnis Digital

TLKM dikabarkan berencana untuk masuk ke layanan streaming digital, salah satunya layanan over the top (OTT).

Editor: Sanusi
Telkom Indonesia Bersiap Masuk Bisnis Digital
ISTIMEWA
ilustrasi perbaikan jaringan Telkom 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan telekomunikasi milik Negara, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) bersiap melebarkan sayap bisnisnya.

TLKM dikabarkan berencana untuk masuk ke layanan streaming digital, salah satunya layanan over the top (OTT).

“Bisnis digital ini menjadi bisnis tersendiri yang keluar dari pattern Telkom, nanti ada gaming, OTT (over the top), kami akan taruh di bawah Telkomsel,” terang Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika wirjoatmodjo dalam audiensi bersama media, belum lama ini.

Baca juga: Telkom Buka Lowongan Kerja untuk 4 Divisi: Buka hingga 31 Desember 2021, Cek rekrutmen.telkom.co.id

Analis Henan Putihrai Sekuritas Steven Gunawan mengapresiasi langkah TLKM untuk masuk ke ekosistem bisnis digital.

Dia menilai, rencana TLKM untuk masuk ke layanan streaming digital menjadi alasan TLKM sampai bekerjasama dengan Microsoft, yakni untuk memperkuat ekosistem bisnis digital.

Steven menilai, layanan streaming dan OTT tergolong digital-media bisnis yang sedang digandrungi (hype) saat ini. Pasar bisnis digital ini juga cukup luas, dimana 38% penduduk Indonesia merupakan generasi-Z dan millenial yang lebih menggemari media online digital.

Namun, perlu pembuktian dahulu apakah Telkomsel mampu melakukan penetrasi pasar Indonesia, mengingat pesaing eksisting (seperti Netflix hingga Spotify) sudah punya brand yang kuat. Terlebih, kaum muda saat ini dinilai fanatik dengan global brand.

Baca juga: Lowongan Kerja Dibuka oleh Telkom: Dibuka hingga 31 Desember 2021, Kunjungi rekrutmen.telkom.co.id

Dia mencontohkan aplikasi LINE milik Korea, yang merupakan brand internasional saja, sulit berkompetisi di Indonesia dalam hal melawan dominasi Facebook, Twitter, hingga Instagram.

“Butuh pembuktian atas rencana inovasi digital ini. Sebab, bisnis digital SingTel sendiri saja tidak sekuat bisnis digital dari negara-negara Barat. Padahal posisi brand SingTel cukup ternama di kalangan internasional,” terang Steven saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (21/10).

Dus, di balik inovasi digital ini, Steven menyebut ada faktor risiko sulitnya menembus pasar sendiri.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas