Tribun

Hadapi Inflasi Lonjakan Inflasi, Masyarakat Argentina Manfaatkan Kripto untuk Pertahankan Tabungan

Warga Argentina mengeksplorasi cryptocurrency sebagai cara untuk mempertahankan daya beli dan tabungan mereka terhadap inflasi .

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Hadapi Inflasi Lonjakan Inflasi, Masyarakat Argentina Manfaatkan Kripto untuk Pertahankan Tabungan
CNBC/Twenty/20
Ilustrasi Bitcoin. Survei menemukan bahwa 83 persen warga Argentina tahu mengenai cryptocurrency, dan hampir 34 persen penduduk yang disurvei memiliki pengetahuan khusus mengenai kripto. Dari 83 persen yang memiliki kesadaran akan cryptocurrency, 10 persen di antaranya sudah memiliki aset kripto sebagai bagian dari portofolio investasi mereka, sementara hampir 23 persen lainnya ingin memiliki kripto di masa depan. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, CALIFORNIA - Inflasi Argentina pada Agustus 2022 mencatat rekor baru sebesar 78,5 persen.

Hal ini mendorong penduduknya mengeksplorasi cryptocurrency sebagai cara untuk mempertahankan daya beli dan tabungan mereka terhadap inflasi .

Inflasi menjadi masalah besar bagi beberapa negara di Amerika Latin yang perekonomiannya sedang bergulat dengan ketidakpastian ekonomi global.

Baca juga: Jelang Pertemuan The Fed Sejumlah Aset Kripto Alami Penurunan, Bitcoin Kini di Bawah 19.000 Dolar AS

Argentina, salah satu negara dengan ekonomi terbesar di kawasan itu, kini menghadapi tingkat inflasi yang melonjak tajam sehingga mempengaruhi "keuangan" warganya.

Laporan indeks harga konsumen (IHK) terbaru mengungkapkan harga naik sebesar 7 persen secara month-to-month (MoM), sehingga menjadikan Argentina sebagai negara dengan tingkat inflasi tertinggi kedua di Amerika Selatan. Negeri Tango berada di bawah Venezuela yang inflasinya telah mencapai lebih dari 100 persen secara year-on-year (YoY).

Melansir dari Bitcoin News, harga makanan dan minuman di Argentina pada Agustus naik 7,1 persen, sementara barang-barang lainnya seperti pakaian mencatat kenaikan yang lebih tajam.

Akumulasi angka inflasi yang mencapai 78,5 persen, menjadi yang tertinggi sejak tahun 1991 di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik.

Dalam kurun waktu tiga bulan, Argentina telah berganti menteri ekonomi sebanyak tiga kali.

Peso Argentina juga menjadi salah satu mata uang fiat yang paling menderita di Amerika Latin, dengan kehilangan lebih dari 25 persen nilainya terhadap dolar AS.

Namun kinerja ekonomi Argentina yang buruk telah mendorong warganya untuk mencari cara alternatif guna mempertahankan daya beli mereka terhadap inflasi, dengan mempertimbangkan cryptocurrency dan stablecoin bahkan di tengah tren harga negatif saat ini.

Meski negara ini tidak lagi berada di daftar 10 negara teratas dalam adopsi cryptocurrency terbanyak di dunia, namun studi lokal mengonfirmasi adopsi kripto di Argentina terus tumbuh.

Sebuah survei yang baru-baru ini dilakukan Bitso, pertukaran cryptocurrency yang berbasis di Meksiko, menunjukkan adanya tingkat kesadaran yang tinggi mengenai aset kripto di Argentina.

Baca juga: Bitcoin Pimpin Kenaikan Aset Kripto, Kini Melonjak di Atas 22.000 Dolar AS

Survei menemukan bahwa 83 persen warga Argentina tahu mengenai cryptocurrency, dan hampir 34 persen penduduk yang disurvei memiliki pengetahuan khusus mengenai kripto.

Dari 83 persen yang memiliki kesadaran akan cryptocurrency, 10 persen di antaranya sudah memiliki aset kripto sebagai bagian dari portofolio investasi mereka, sementara hampir 23 persen lainnya ingin memiliki kripto di masa depan.

Fokus para investor di Argentina dalam memiliki aset kripto adalah untuk menggunakan kripto sebagaimana menggunakan mata uang fiat dan untuk mempertahankan tabungan mereka bahkan dengan angka inflasi yang tinggi.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas