Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Otomotif
LIVE ●

Cuma Agen Pemegang Merek Ford yang Bubar, Jualan Jalan Terus?

Ford Motor Indonesia (FMI) sudah dinyatakan bubar. Biasanya, efek spontan yang terjadi, para pemilik mobilnya langsung panik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Cuma Agen Pemegang Merek Ford yang Bubar, Jualan Jalan Terus?
Tribunnews/JEPRIMA
PT. Ford Motor Indonesia saat memamerkan model pembaruan New Focus pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2015). New Ford Focus tampil dengan desain terbaru dari segi eksterior tampil lebih lebar dan agak rendah serta grille tetap mempertahankan desain honeycomb. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAFord Motor Indonesia (FMI) sudah dinyatakan bubar. Biasanya, efek spontan yang terjadi, para pemilik mobilnya langsung panik.

Bagaimana nasib kedepan? Padahal, yang bubar hanya Agen Pemegang Merek-nya (APM) bukan merek Ford itu sendiri.

Memang saat dikonfirmasi, FMI melalui Lea Kartika Indra, Communication Director, belum bisa banyak mengungkapkan informasi.

Dia hanya mengatakan, konsumen tidak perlu khawatir.

"Toh pengumuman itu sendiri kita buat agar konsumen tenang dan tidak khawatir, kita sudah siapkan semuanya," ujar Lea ketika dihubungi OTOMOTIFNET.

Ditambahkan Lea, bahkan bagi yang membeli mobil Ford tahun ini juga akan dicover garansi hingga 3 tahun, untuk suku cadang akan lebih lama lagi.

Hanya saja, dirinya belum mau mengungkapkan siapa atau apa yang nantinya bakal meneruskan kiprah Ford di Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

"Belum tau, yang jelas semua di FMI sayangnya harus terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), dealer juga tidak beroperasi lagi," jawab Lea.

Pernyataan tersebut sebenarnya mengindikasi kalau hanya APM FMI saja yang bubar, sementara merek Ford sendiri akan meneruskan kiprahnya di Indonesia.

Dengan berbagai kemungkinan tentunya. Pastinya, model bisnis yang akan dilakukan tidak lagi sama.

Paling instan, Ford hanya menjadi semacam importir, meski konsekuensi paling umum harga jadi lebih mahal.

Hanya saja cara ini justru bisa menguntungkan pada para pemilik mobil Ford, karena harga jual kembali mobilnya akan ikutan terkerek, karena menyesuaikan harga jual mobil barunya.

Dan biasanya, penjualan mobil selalu diikuti layanan service dan ketersediaan spare parts.

Bukan sebaliknya yang selama ini dikhawatirkan, begitu suatu APM tutup, harga mobil langsung jeblok dan layanan amburadul.

Belum tentu. Karena hanya APM yang gulung tikar, sementara merek Ford sendiri, terus berkibar di kancah global.

Sumber: Otomotif Net
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas