Tribun Otomotif

Bos Honda Berdalih Ganti Sengaja Mesin Civic Turbo Biar Pemilik Senang

APM mobil Honda di Indonesia menanggapi gugatan Rp 1 milyar dari pemilik Honda Civic Turbo.

Editor: Fajar Anjungroso
Bos Honda Berdalih Ganti Sengaja Mesin Civic Turbo Biar Pemilik Senang
Eko Agus Sistiaji
Honda Civic Turbo milik Eko Agus Sistiaji 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - APM mobil Honda di Indonesia menanggapi gugatan Rp 1 milyar dari pemilik Honda Civic Turbo.

Pemilik Civic Turbo itu, Eko Agus Sistiaji, mengajukan gugatan lantaran kecewa dengan pelayanan pihak Honda yang menangani masalah mesin mobilnya.

Kuasa hukum Eko, David Tobing, menjelaskan, pihak Honda telah berinisiatif mengganti mesin mobil tanpa persetujuan Eko terlebih dulu.

Setelah ganti mesin, muncul masalah lain di mobil berpelat nomor B 171 DJI milik Eko, sensor-sensor di kabin tidak berfungsi baik.

Eko sudah minta penjelasan kepada pihak Honda terkait alasan penggantian mesin dan masalah pada mobilnya, namun dikatakan tidak diberikan dengan jelas.

Melalui gugatannya, Eko meminta ganti rugi senilai Rp 1 miliar.

Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual Hond Prospect Motor (HPM), APM mobil Honda, menjelaskan pihak diler Honda yang menangani mobil Eko akan menemui konsumen.

Pihak HPM bakal mendampingi.

“Ya pastilah (menemui konsumen), mungkin pekan depan, tergantung konsumen ada waktunya atau tidak, itu memang sedang diurus. Mudah-mudahan ada mediasi. Kalau mau tahu penyebabnya bisa kami jelaskan,” kata Jonfis, Jumat (2/2/2018).

Berdasarkan keterangan kepala bengkel diler yang menangani mobil Eko, Jonfis menjelaskan, mobil Eko sempat overheat hingga piston bengkok.

Baca: Gaji Kotor Sopir Pribadi Hotman Sitompul sampai Rp 8 Jutaan, Itu Baru Sebagian

Saat itu penyebabnya belum diketahui hingga diputuskan mengganti mesin dengan unit baru.

Jonfis mengatakan penggantian mesin merupakan bentuk reaksi cepat penanganan konsumen agar bisa menggunakan mobilnya kembali. Sementara itu mesin lama dikirim ke Thailand untuk dipelajari kerusakannya.

“Jadi daripada dia menunggu, diganti saja mesinnya biar ketahuan secara utuh masalahnya. Menurut kepala bengkel, dia sudah melakukan (mengirim pesan) wa (lewat Whatsapp) tapi tidak dijawab. Pengertian kepala bengkel, mobil dibawa ke bengkel untuk diperbaiki. Menurutnya konsumen akan senang mobil sudah selesai, daripada menunggu nanti orangnya malah marah-marah,” ucap Jonfis.

Artikel sudah ditayangkan Kompas.com dengan judul Honda Indonesia Akhirnya Bicara Soal Gugatan Rp 1 Miliar

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas