Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kemenhub: 2021 Tidak Ada Lagi Truk Overload Overdimensi di Jalanan

Truk baru yang keluar dari dealer saat dibeli oleh pengusaha masih berbentuk sasis. Sasis tersebut kemudian dibangun di perusahaan karoseri rekanan.

Kemenhub: 2021 Tidak Ada Lagi Truk Overload Overdimensi di Jalanan
HANDOUT
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan menargetkan, pada 2021 mendatang tidak ada lagi truk overload dan overdimensi (ODOL) yang lalu lalang di jalan, termasuk di jalan tol.

“Kami sudah mendeklarasikan bahwa pada 2021 tidak ada lagi truk ODOL,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di acara diskusi ‘Road to Zero ODOL Trucks on The Roads’ yang digelar Forum Wartawan Otomotif dan Isuzu di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Untuk mendorong tidak ada lagi truk overload dan overdimensi yang beroperasi, Kemenhub akan mempersempit ruang gerak para pengusaha yang tidak taat aturan melalui kerjasama antara lain dengan kepolisian cdan para pengelola jalan tol.

Sinergi antara kementerian dengan penegak hukum dilakukan dengan melakukan digitalisasi pembuatan Surat Registrasi Uji Tipe (SRUT) sehingga tidak bisa dipalsukan lagi.

Budi menjelaskan, truk yang keluar dari dealer saat dibeli oleh pengusaha masih berbentuk sasis. Sasis tersebut kemudian dibangun di perusahaan karoseri rekanan sesuai rancang bangun yang sudah disetujui Kementerian Perhubungan.

Biasanya, saat sedang digarap di karoseri tersebut kenakalan terjadi, truk dibangun tidak sesuai
dengan ketentuan rancang bangun.

Baca: Kota Jambi Kini Punya Diler Terbesar Hino di Sumatera

Pengusaha juga tidak meminta berita acara dari Badan Pengelola Transportasi Darat (BPDT) karena pasti ketahuan. SRUT palsu menjadi solusi mereka.

“SRUT didaftarkan di SAMSAT (Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap). Permasalahannya, petugas
bisa tidak tahu kalau itu SRUT palsu. Berikutnya ini akan kita ganti gunakan aplikasi," ujar Budi Setiyadi.

Dia menambahkan, Kemenhub sedang membangun satu sistem yang saling terintegrasi antara Kemenhub dan kepolisian sehingga nanti tidak perlu dokumen seperti yang saat ini digunakan.

Baca: Tata Motors Ekspansi Pasar ke Kalimantan Timur

Budi menjelaskan, ‘kebocoran’ permainan truk overload dan overdimensi bisa pula terjadi di layanan Samsat.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas