Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rujak Center Nilai Grabwheels Lebih Cocok Diaplikasikan di Kawasan Wisata

Executive Director Rujak Center for Urban Studies (RCUS) Elisa Sutanudjaja menilai skuter listrik lebih cocok diaplikasikan di daerah wisata

Rujak Center Nilai Grabwheels Lebih Cocok Diaplikasikan di Kawasan Wisata
HO/JRP
Road Show 15 pasang pengantin menggunakan Grab Wheels 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Executive Director Rujak Center for Urban Studies (RCUS) Elisa Sutanudjaja menilai skuter listrik lebih cocok diaplikasikan di daerah wisata ketimbang jalanan umum.

Hal ini didasari pada pertimbangan faktor keselamatan dan pemanfaatan terkait mobilitas masyarakat di jalan raya.

”Demam micro-mobility (e-scooter/skuter listrik) memang sedang terjadi di kota-kota besar dunia. Contohnya Berlin, yang bahkan sampai ada lebih dari lima perusahaan penyedia jasa micro-mobility ini,” katanya dalam keterangan tertulis merespons kehadiran jasa sewa skuter listrik GrabWheels yang dikenalkan beberapa waktu lalu.

Dia menilai harga sewa skuter listrik di Berlin cukup mahal. Alhasil, penggunanya lebih banyak turis ketimbang warga lokal.

”Ada celotehan yang bilang bahwa pengguna terbesar e-scooter, selain turis, dan biasanya mereka mabuk jadi membahayakan pejalan kaki,” ungkap Elisa.

Baca: Polisi akan Sita Skuter Listrik Migo yang Nekat Lewat Jalan

Dari sinilah, dia menilai skuter listrik akan menarik jika beroperasi di tempat wisata atau pusat kegiatan jenis tertentu yang banyak atraksi. Bukan di jalan raya.

Sebelumnya data Forbes dan Statista berdasarkan riset University of California Los Angeles yang diterbitkan dalam jurnal medis JAMA Network Open mengungkapkan potensi cidera fatal akibat penggunaan skuter listrik.

Terlebih lagi bila digunakan saat lalu lintas padat.

Seperti dikutip dari Forbes.com, studi di Amerika Serikat (AS) pada rentang 1 September 2017 sampai 31 Agustus 2018 mengungkapkan temuan di mana 249 orang terlibat dalam kecelakaan skuter listrik.

Komposisinya sekitar 40% dari cidera itu adalah patah tulang. Kemudian kasus menderita trauma kepala sebesar 31,7%. Sementara sebesar 27,7% korban menderita luka, terkilir, dan memar.

Penelitian juga menemukan bahwa hanya 4,4 persen pengguna skuter listrik yang menggunakan helm.

Kecelakaan yang paling umum dicatat adalah jatuh, tabrakan dengan objek lain, dan pengendara tertabrak kendaraan atau benda lain yang bergerak.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fajar Anjungroso
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas